Hangatnya “BASO IGA” Saat Jurnalis dan Pertamina Kupas Tuntas Strategi Migas di Tabalong

Teks foto Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong dengan jajaran manajemen PT Pertamina EP Tanjung Field berfoto bersama disela kegiatan.(ist)(kalselpos.com)

Tanjung, kalselpos.com – Suasana diskusi mengenai industri hulu migas yang biasanya kaku dan penuh istilah teknis, seketika mencair dalam forum bertajuk BASO IGA (Bincang Asyik Soal Migas).

 

Bacaan Lainnya

 

Acara yang digelar pada Kamis (15/1) di guest house Jalan. Pendopo komplek Pertamina Tanjung ini mempertemukan jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong dengan jajaran manajemen PT Pertamina EP Tanjung Field.

 

Sekretaris PWI Tabalong, Nur Ali, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kreatif Pertamina. Ia menyebut pemilihan nama acara “Baso Iga” sangat pas untuk menggambarkan suasana diskusi yang ingin dibangun.

“Nama acaranya sangat kreatif. Membuat suasana yang biasanya kaku saat bicara industri migas, menjadi terasa lebih akrab dan hangat seperti semangkuk baso iga di pagi hari,” ujar Nur Ali disambut tawa hangat peserta.

 

 

Menurut Ali, transparansi informasi dari Pertamina adalah “bumbu utama” bagi jurnalis untuk menghasilkan berita yang edukatif dan berimbang bagi masyarakat. Ia berharap forum ini mampu meruntuhkan sekat komunikasi sehingga tidak ada mispersepsi di tengah publik.

“Bagi kami, Pertamina bukan sekadar objek pemberitaan, melainkan mitra strategis dalam pembangunan Tabalong. Kami ingin belajar lebih dalam tentang proses bisnis hingga komitmen lingkungan mereka,” tambahnya.

 

 

Field Manager (FM) PT Pertamina EP Tanjung, Charlie P Nainggolan, menyambut baik antusiasme rekan media. Ia memaparkan bahwa sinergi dengan media adalah bagian penting dari koordinasi stakeholder.

 

Charlie membawa kabar gembira terkait performa produksi. Pada tahun 2025, Pertamina EP Tanjung berhasil melampaui target, Tahun 2025: 2.010 barel per hari (BOPD) Realisasi 2025: 2.073 barel per hari.sedangkan Target 2026: Ditingkatkan menjadi 2.100 barel per hari.

 

Namun, Charlie juga mengungkap sisi teknis yang luar biasa di balik pengiriman minyak dari Tabalong ke Balikpapan. Minyak dikirim melalui pipa 20 inci sejauh 232 KM yang melintasi dua pegunungan.

“Tugas berat kami adalah pemompaan. Karena harus melewati gunung, tekanan pemompaan menjadi sangat tinggi. Belum lagi tantangan cuaca, jika hujan turun dan temperatur drop, minyak di dalam pipa bisa mengental. Ini kondisi unik yang tidak ditemukan di tempat lain,” jelas Charlie.

 

Menjawab rasa penasaran media mengenai masa depan migas di Tabalong, Charlie menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus berupaya menjaga level produksi (survive). Langkah agresif pun disiapkan untuk mencari cadangan baru.

“Seismik terus berjalan untuk mencari titik cadangan. Tahun ini, kami memiliki program tiga pengeboran di wilayah Warukin. Kami mohon doanya agar proses ini lancar dan hasilnya menjanjikan bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait