Banjarmasin, kalselpos.com – Masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Selatan kini harus bersiap dengan kenaikan harga oli atau pelumas yang terjadi secara progresif sepanjang tahun 2026 ini. Tren kenaikan ini tercatat cukup tinggi, mencapai rentang 10 persen hingga 30 persen untuk produk standar. Sementara itu, jenis pelumas dengan kualitas tinggi atau spesifikasi khusus mengalami lonjakan harga yang jauh lebih drastis, bahkan menyentuh angka hampir 50 persen lebih mahal dibandingkan harga tahun sebelumnya. Contohnya, oli merek umum yang dulu dijual Rp55.000 per liter, kini harus dibeli konsumen dengan harga Rp80.000 per liter.
Praktisi ekonomi, Rustamaji, SE MAP, menjelaskan kenaikan harga ini merupakan respons alami pasar terhadap gejolak ekonomi global dan domestik yang saling bertumpuk. Ia menegaskan, akar permasalahan dimulai dari ketidakstabilan politik dan keamanan di Timur Tengah. Ancaman gangguan arus lalu lintas minyak di Selat Hormuz ditambah dengan kebijakan sanksi internasional antara AS dan Iran telah mendorong harga minyak mentah dunia jenis Brent Crude Oil melambung tinggi hingga mencapai US$126 per barel, angka tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan harga akan tetap bertahan tinggi di kisaran US$115 per barel, yang memaksa seluruh produsen di Indonesia menyesuaikan harga jualnya.
Di sisi dalam negeri, tekanan tidak kalah berat. Nilai tukar Rupiah yang terus tergerus dan melemah terhadap dolar AS serta mata uang utama lainnya membuat biaya impor bahan baku menjadi jauh lebih mahal. Dampak selanjutnya adalah kenaikan biaya operasional dan ongkos logistik yang ikut merambat ke harga jual akhir di tingkat konsumen.
Secara ringkas, Rustamaji merangkum penyebab utama kenaikan ini ke dalam tiga hal: lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik, biaya barang impor yang mahal karena Rupiah melemah, serta penyesuaian biaya distribusi. Menanggapi hal ini, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah pengawasan yang konsisten. Ketersediaan stok oli harus terjaga sepenuhnya untuk mencegah kelangkaan barang. Pasalnya, jika pasokan terputus, harga akan melonjak lebih liar dan aktivitas ekonomi masyarakat, yang sangat bergantung pada alat transportasi dan mesin, akan mengalami hambatan serius.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





