Tanjung, kalselpos.com– Pelaksanaan program pelatihan keterampilan dan kewirausahaan berbasis desa dinilai berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, usai menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses di Dapil Kalsel 5.
Selama reses yang digelar pada 13–20 Mei 2026 di 16 lokasi, masyarakat menekankan pentingnya pelatihan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga berkelanjutan. Warga berharap pelatihan dapat dilaksanakan minimal di tingkat kabupaten, bahkan hingga desa dan kelurahan.
Firman Yusi menjelaskan, pelatihan yang dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat memungkinkan terbentuknya kelompok usaha yang solid. Peserta dapat saling berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha secara bersama dalam lingkup yang lebih terarah.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak berhenti pada kegiatan semata, melainkan bergantung pada pendampingan pasca pelatihan. Dengan cakupan wilayah yang lebih kecil, pemerintah dinilai dapat melakukan pembinaan dan evaluasi secara lebih intensif dan terukur.
Menurutnya, aspirasi ini akan menjadi bagian penting dari pokok-pokok pikiran DPRD untuk mendorong pemerataan program pemberdayaan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





