Muara Teweh, kalselpos.com –
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menekankan pentingnya reformasi mental birokrasi saat memimpin apel pagi di Kantor Inspektorat setempat, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan bahwa aparat pengawas bukanlah sekadar pelengkap administratif, melainkan garda terdepan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dalam arahannya, Shalahuddin memaparkan bahwa Inspektorat memiliki posisi strategis sebagai “mata dan telinga” pemerintah daerah. Tanggung jawab besar ini menuntut setiap personel memiliki ketajaman dalam mengawasi program dan kebijakan agar tetap berjalan di koridor hukum.
“Kehadiran pengawas yang sigap sangat penting untuk meminimalisir risiko penyimpangan sejak dini dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Shalahuddin.
Ia menitipkan tiga pesan kunci sebagai fondasi dasar bagi setiap aparatur: disiplin, integritas, dan profesionalisme. Menurutnya, aspek-aspek tersebut merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan publik. Shalahuddin mengingatkan bahwa integritas tidak muncul secara instan, melainkan dipupuk dari kebiasaan kecil, seperti kedisiplinan mengikuti apel pagi dan ketepatan waktu bekerja.
Lebih lanjut, Shalahuddin mendorong adanya pergeseran paradigma dalam fungsi pengawasan. Ia meminta jajaran Inspektorat tidak lagi sekadar menjadi pemeriksa yang mencari kesalahan, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis yang solutif bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
“Jadilah rekan diskusi yang membangun. Dengan begitu, kendala dalam pelaksanaan program di lapangan dapat diatasi bersama tanpa melanggar aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Shalahuddin berharap penguatan mental ini menjadikan Inspektorat Barito Utara semakin solid. Pengawasan yang kuat diyakini akan menjadi mesin penggerak terciptanya pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, demi kemajuan daerah yang nyata bagi seluruh warga.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





