Pemkab Kotim Minta PBS Fasilitasi TPS Lokasi Khusus

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kotim, Oktav Fahlevi (tengah) berdiskusi dengan Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi (kiri). (Foto: Kalselpos)(kalselpos.com)

Sampit,kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) meminta perusahaan besar swasta (PBS) membantu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Salah satunya dengan bersinergi membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) lokasi khusus.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kotim, Oktav Fahlevi meminta perusahaan tidak ragu mengusulkan pembentukan TPS lokasi khusus. Hal itu justru penting untuk memudahkan pekerja di perusahaan itu memberikan hak pilihnya saat pemungutan suara pada 27 November nanti.

Bacaan Lainnya

“Pembentukan TPS lokasi khusus itu bukan bentuk afiliasi dengan politik tertentu, tetapi tujuannya untuk memfasilitasi hak pilih masyarakat, khususnya pekerja. Ini juga untuk membantu menyukseskan pilkada,” kata Oktav, Selasa (2/7/2024).

Saat ini terdapat puluhan PBS di Kotim, khususnya perkebunan kelapa sawit, pertambangan, kehutanan dan lainnya. Khusus untuk perkebunan saja, terdapat sekitar dari 53 perusahaan dengan jumlah karyawan mencapai puluhan ribu orang.

Peran PBS sangat penting dalam menyukseskan pilkada nanti. Setidaknya dengan adanya TPS lokasi khusus, PBS telah membantu pekerjanya menyalurkan hak pilihnya dalam memilih pemimpin, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Kotim.

Pemerintah daerah meminta PBS membantu memfasilitasi KPU membangun TPS lokasi khusus agar warga khususnya pekerja di perusahaan masing-masing bisa memberikan hak pilihnya dengan baik.

Selain itu apabila ada petugas melakukan coklit, PBS diminta membantu akses dan memfasilitasi petugas untuk masuk ke areal perkebunan untuk melakukan pendataan pemilih.

Menurut Oktav, hal ini sangat penting karena selain bentuk pelayanan, juga untuk memastikan agar pilkada benar-benar milik seluruh warga yang memiliki hak pilih karena masyarakat memiliki hak untuk memilih pemimpinnya. Untuk itu sangat penting untuk mengakomodasi hak pilih mereka dengan baik.

“Silakan KPU berkoordinasi dengan perusahaan lapas. Kalau memerlukan pendampingan, pemerintah daerah siap mendampingi demi pemenuhan hak pilih masyarakat kita,” pungkas Oktav Fahlevi.

Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi menjelaskan, saat Pemilu 14 Februari 2024 lalu terdapat 11 TPS lokasi khusus yang tersebar di perusahaan Lapas Sampit dan PBS dengan jumlah satu TPS maksimal 300 pemilih. Saat pilkada nanti, jumlah pemilih dalam satu TPS maksimal 600 pemilih.

“Niat kami tidak lain adalah untuk melindungi dan memfasilitasi hak pilih warga kita, termasuk pekerja yang berada di areal perusahaan. TPS lokasi khusus untuk memudahkan mereka menggunakan hak pilih sehingga partisipasi pemilih juga tinggi,” kata Rifqi.

Jika tidak difasilitasi, dikhawatirkan banyak pekerja yang kehilangan hak pilihnya karena belum terdata, maupun tidak menggunakan hak pilihnya dengan alasan tidak ada TPS lokasi khusus di areal perkebunan mereka, sehingga cukup menyulitkan jika harus ke TPS yang ada di desa.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait