Tak kirim Sampah ke TPS, PAM Bandarmasih punya pengolahan Sampah Mandiri 

Teks foto : Pengolahan sampah milik PAM Bandarmasih.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Di tengah persoalan klasik pengelolaan sampah yang tak kunjung tuntas, langkah berbeda justru ditunjukkan PAM Bandarmasih. Perusahaan daerah penyedia air bersih ini memilih jalan mandiri, mengelola seluruh limbahnya sendiri, tanpa bergantung pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

 

Bacaan Lainnya

Pendekatan yang diambil pun tak sekadar pemilahan biasa. PAM Bandarmasih membangun sistem terpadu berbasis partisipasi karyawan dan dukungan teknologi, menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

 

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan bahwa sistem ini bahkan telah berjalan jauh sebelum isu darurat sampah mencuat. Salah satu inovasi kunci adalah aplikasi internal bernama PAM Bungasnya, yang menjadi penggerak keterlibatan karyawan dalam pengelolaan limbah.

 

“Tujuan kami jelas, mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri. Ini bukan reaksi sesaat, tapi sudah kami jalankan sejak lama,” ujarnya saat peninjauan, Selasa (5/5/2026).

 

Melalui sistem tersebut, tidak ada sampah yang dibiarkan berakhir di TPS. Proses dimulai dari pemilahan sejak sumbernya, lalu dilanjutkan dengan pengolahan sesuai jenis limbah.

 

Untuk sampah organik, PAM Bandarmasih mengandalkan komposter yang mampu mengubah limbah menjadi pupuk kompos dalam waktu sekitar tiga bulan. Hasilnya tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah.

 

Sementara itu, sampah anorganik dikumpulkan dan diolah lebih lanjut. Jika ditemukan limbah berbahaya, penanganannya dilakukan secara khusus dengan memisahkan dan menyalurkannya ke pihak berwenang yang memiliki kapasitas pemusnahan.

 

“Semua ada alurnya. Yang anorganik kami olah, dan yang berbahaya dipisahkan lalu diserahkan ke pihak yang bisa menangani,” jelasnya.

 

Lebih dari sekadar pengelolaan limbah, langkah ini disebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral perusahaan. Sebagai penyedia layanan air bersih, PAM Bandarmasih ingin memastikan operasionalnya tetap ramah lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

 

“Kalau kita bicara air bersih, maka lingkungan juga harus dijaga. Dengan sistem ini, kualitas air tetap terjaga dan biaya operasional bisa ditekan,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait