BANJARMASIN, Kalselpos.com – Belum genap sebulan menjabat sebagai Direktur Perumda PALD Banjarmasin, Endani Kastien langsung tancap gas. Tanpa banyak seremoni, ia mengklaim berhasil menggaet 31 pelanggan baru sebagai langkah awal menuju ekspansi yang lebih agresif.
“Sejak saya dilantik kurang dari satu bulan, sudah ada 31 pelanggan baru. Dan ini akan terus berprogres,” ujar Endani kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Langkah cepat itu difokuskan pada sektor niaga berorientasi profit seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta SPPG. Menurutnya, strategi tersebut selaras dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, dalam menekan potensi pencemaran lingkungan dari aktivitas usaha.
“Kami tidak menyasar kalangan sosial. Pelayanan publik tetap berjalan, tapi pengembangan bisnis kami arahkan ke sektor niaga yang memang profit oriented,” tegasnya.
Tak hanya mengandalkan layanan utama pengelolaan limbah, Endani juga mulai membuka peluang pendapatan dari sektor non-tarif. Perumda PALD kini melirik bisnis penyewaan genset hingga pengadaan toilet pintar sebagai sumber pemasukan baru.
“Ke depan, pemasukan tidak hanya dari pelanggan. Non-tarif seperti genset dan toilet pintar punya potensi besar dan sedang kami kembangkan,” katanya.
Terkait penyertaan modal, Endani menegaskan dana tidak boleh sekadar habis untuk operasional. Ia ingin setiap tambahan modal diarahkan pada sektor produktif yang mampu menghasilkan keuntungan.
“Kalau hanya untuk operasional, akan habis percuma. Harus diarahkan ke bisnis agar bisa menghasilkan,” ujarnya lugas.
Dengan strategi tersebut, Endani memasang target ambisius: 150 pelanggan baru dalam tiga bulan ke depan. Ia optimistis ekspansi sektor niaga akan berdampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami kejar 150 pelanggan dalam tiga bulan. Ini bukan sekadar angka, tapi langkah konkret untuk meningkatkan income daerah,” ucapnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Banjarmasin menyoroti pergantian pimpinan Perumda PALD harus diiringi perbaikan kinerja yang nyata. Wakil Ketua DPRD, Muhammad Isnaini, menegaskan pimpinan baru wajib menghadirkan terobosan, termasuk menyusun rencana bisnis jangka pendek dan panjang yang terukur.
Menurutnya, kinerja Perumda PALD selama ini belum optimal, khususnya dalam pengelolaan limbah yang masih menyisakan berbagai persoalan.
Ia juga mengungkapkan, hingga kini belum ada tambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah lantaran belum adanya paparan rencana bisnis yang meyakinkan.
“Tanpa perencanaan yang jelas, sulit bagi kami menyetujui penambahan modal. Semua harus berbasis strategi dan perhitungan yang matang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menegaskan seluruh pimpinan BUMD kini dituntut bekerja dengan target yang jelas dan terukur. Pemerintah kota, kata dia, telah menerapkan kontrak kinerja disertai evaluasi berkala.
“Kami pastikan setiap pimpinan BUMD bekerja dengan target. Ada kontrak kinerja dan evaluasi rutin,” tegas Yamin.
Ia menambahkan, indikator keberhasilan tidak lagi sebatas laporan administratif, melainkan dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan layanan, efisiensi operasional, hingga kontribusi langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Yang terpenting adalah hasil nyata pelayanan meningkat, efisiensi tercapai, dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





