Mensos Bebaskan Penderita ODGJ yang di Pasung

Teks foto : Penderita ODGJ Dalam Pasungan masih banyak terdapat di Wilayah Kalsel (Ahmad Fauzie)(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpaksa harus dipasung, ternyata masih banyak ditemukan di Kalimantan Selatan, Khususnya Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Seperti yang dialami AB(23) Warga Desa Bagagap Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala dengan hidup dalam pasungan. Ia tinggal disebuah kamar yang sempit dan gelap dengan kaki terantai.

Bacaan Lainnya

Ironisnya,hal ini dijalani AB Selama lebih dari sepuluh tahun.

Barkani yang merupakan paman AB mengatakan, AB mengalami kelainan semenjak ayahnya meninggal dunia dan ibunya menikah lagi, sehingga ia merasa tinggal sendiri. Menurut Barkani, AB dulunya anak yang pintar/ selalu mendapat rangking saat masih bersekolah SD.

” Semenjak ayahnya meninggal dunia dan ibunya menikah lagi, dia sering murung dan menyendiri di kamar hingga mengalami kelainan, padahal dulu anaknya sangat pintar di sekolah juga selalu rangking,” ucap Barkani saat dibincangi di kediaman AB Rabu, (12/6/2024).

Barkani menambahkan AB dipasung ibunya lantaran sering meninggalkan rumah dan lupa untuk pulang. ” Dulu sering hilang dan ditemukan ditl tempat yang jauh sehingga ibunya memutuskan untuk merantainya agar tidak hilang lagi,” tambahnya.

Tri Rismaharini yang menjenguk AB langsung meminta keluarganya untuk dibebaskan dari pasungan dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Menurut Risma, ODGJ tidak boleh lagi harus dipasung karena dengan berobat teratur setiap bulan mereka bisa tidak mengalami depresi lagi dan dapat hidup layak seperti banyak orang.
“Hari ini diilayah Batola kita sudah bebaskan empat ODGJ yang terpasung, kita berharap sekarang tidak boleh lagi ada penderita ODGJ yang dipasung lebih baik di bawa ke RSJ untuk mendapatkan penanganan. Dengan diberikan obat secara teratur penderita ODGJ bisa tenang dan hidup layak,” jelas Risma. Rabu (12/6/2024).

Dirinya juga menghimbau pada masyarakat luas untuk tidak memasung penderita ODGJ, dan keluarga tidak harus malu.” Karena ini bukanlah aib, siapa pun bisa saja mengalami ini,” sebut Risma.

Sebelum membebaskan AB,Tri Rismaharini juga membebaskan dua wanita penderita ODGJ Warga Sungai Lirik Batola yang juga dalam pasungan.

Dalam kunjungannya Di Kalsel/ Mensos juga memberikan bantuan berupa operasi katarak gratis untuk masyarakat.Sebanyak tiga ratus lima puluh lebih Warga Batola mendapat pengobatan gratis berupa operasi katarak dengan sistem yang lebih mutakhir yaitu dengan cara penyedotan,yang dilakukan dengan resiko terendah dan waktu yang lebih cepat.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait