MUI Kotabaru gelar Dialog Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah 

Teks : Dialog Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah dalam rangka Pemilu damai 2024 yang bertempat Operation Room Setda, Minggu (10/12/2023).

Kotabaru, kalselpos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotabaru menggelar Dialog Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah dalam rangka Pemilu damai 2024 yang bertempat Operation Room Setda, Minggu (10/12/2023).

 

Bacaan Lainnya

Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan sesama muslim, sedangkan Ukhuwah Wathaniyah yaitu persaudaraan sesama anak bangsa.

 

Kegiatan ini dihadiri Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs.H.Minggu Basuki, M.Ap, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, serta diikuti 130 peserta yang diantaranya, MUI Provinsi Kalimantan Selatan 8 orang, MUI Kabupaten Kotabaru 25 orang, Camat se-Kabupaten Kotabaru 22, Tokoh Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu 12 orang, FKUB 1 orang, Ka. KUA se-Kabupaten Kotabaru 22 orang, Tokoh Pemuda atau masyarakat 13 orang, PD Muhammadiyah Kotabaru 1 orang, PCNU Kotabaru 1 orang, Mahasiswa Perguruan Tinggi di Kotabaru 3 orang, tokoh agama atau MUI Sekecamatan Kotabaru 22 orang.

 

Dalam sambutannya Asisten I Sekda H.Minggu Basuki mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan ini, karena dengan adanya deklarasi damai ini diharapkan tidak berhenti secara seremonial semata, tetapi harus dimaknai secara seksama untuk kemudian ditindak lanjuti dalam perilaku bersama sehingga nantinya dalam pelaksanaan Pesta Demokrat tidak terdapat hal-hal yang dapat mencederai demokrat itu sendiri.

 

“Ya, kegiatan ini merupakan salah satu momentum yang penting dalam rangkaian proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotabaru,” ujar Asisten I Sekda ini.

 

Selain itu, peran tokoh agama juga sangat penting dalam mencengah terjadinya perpecahan dalam kontestasi politik, karena peran tokoh agama sangat strategis dalam membentuk opini masyarakat, atau pendapat umum yang sehat.

 

“Kepada MUI selaku organisasi islam terbesar bisa memberikan rasa aman terhadap masyarakat dengan memberikan pencerahan atau pembelajaran politik yang sehat dan beretika,” ungkapnya.

 

“Disini saya juga berharap agar MUI dapat memberikan panduan kepada masyarakat terkait Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah agar perbedaan pilihan dalam pemilu, tidak melahirkan konflik dan perpecahan,” terang H.Minggu Basuki.

 

Sementara itu, dalam laporan panitia pelaksana Bahrianor menjelaskan, kegiatan ini berdasarkan program MUI Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Kotabaru yang termasuk dalam 7 program prioritas Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI, oleh karena itu MUI Kabupaten Kotabaru berupaya melaksanakan kegiatan dialog ini.

 

“Tujuan dari kegiatan ini tentunya untuk bersama-sama memperkuat terjalinnya Ukhuwah Islamiyah, khususnya di tahun politik 2024 mendatang,” ucapnya.

 

Adapun narasumber dalam kegiatan ini pada sesi I tentang Ukhuwah Islamiyah diisi oleh KH. Husin Nafarin, Lc,MA (Ketua MUI Kalimantan Selatan)

dan penguatan Ukhuwah Islamiyah dalam rangka pemilu damai tahun 2024, oleh Prof. DR. KH. Hafidz Ansyari, MA (Wakil Ketua MUI Kalimantan Selatan).

 

Sedangkan sesi II tentang Kesatuan Bangsa dan Politik dari Kesbangpol Kotabaru, serta Pengamanan Pemilu dari Polres. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua dan Wakil ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, ketua MUI Kabupaten Kotabaru, Asisten Setda Kotabaru dan Kepala Kementrian Agama Kotabaru.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait