Rembuk Stunting, Pj Bupati Hermansyah minta Target Prevalensi Turun 14 persen

Teks foto : TANDA TANGAN - Pj Ketua TP PKK Kabupaten HSS Rusnawati di dampingi Pj Bupati HSS Hermansyah menandatangi komitmen bersama penurunan stunting.(Prokopim)

Kandangan, kalselpos.com – Penjabat (Pj) Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Hermansyah membuka rembuk stunting tahun 2023, Senin (11/12) di Pendopo Bupati.

Rembuk stunting dihadiri Pj Ketua TP PKK Kabupaten HSS Rusnawati Hermansyah, Sekretaris Daerah Muhammad Noor, para kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan PMT Ibu Hamil.

Bacaan Lainnya

Sekda Kabupaten HSS Muhammad Noor selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengatakan, rembuk stunting merupakan program prioritas nasional yang harus dukung bersama.

“Presiden RI telah mengeluarkan PP nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting,” ujar sekda.

Dijelaskan sekda, implementasi dari PP tersebut telah disusun sebagai pedoman dan panduan bagi pemeirntah pusat, daerah hingga level desa untuk pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

“Karena stunting termasuk urusan kesehatan yang esensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan, maka perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder yang ada di daerah,” ujar sekda.

Sekda mengajak semua pihak untuk lebih serius lebih berkomitmen dalam percepatan penanganan stunting melalui kerja cerdas, inovatif, teknologis dan agamis dalam membangun sinergi.

“Mari kita berkolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, swasta, organisasi dan pemerintah serta dunia usaha, dunia kerja serta pihak-pihak lainnya menangani stunting,” ajak sekda.

Sementara itu, Pj Bupati HSS Hermansyah mengatakan, dalam mewujudkan visi Kabupaten HSS telah melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, salah satunya stunting.

Dikatakan Hermansyah, pada 2022, angka prevalensi stunting data studi status gizi indonesia (SSGI) Kabupaten HSS 20.3 persen dan mengalami penurunan sebesar 8.8 persen dibanding tahun 2021.

“Angka prevalensi kita dibawah angka prevalensi stunting provinsi Kalimantan Selatan yaitu 24.6 persen, sehingga Kabupaten HSS ditetapkan sebagai salah satu kabupaten lokus pencegahan dan penurunan stunting di tahun 2022 oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujar Hermansyah

Oleh karena itu, Pemkab HSS telah menetapkan target prevalensi stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

Hermansyah mengatakan untuk mendukung kinerja tim percepatan penurunan stunting berjalan optimal, maka dibangun sistem akuntabilitas kinerja pemerintah desa dan sistem pendampingan pencegahan stunting menggunakan kader pembangunan manusia (KPM) dan tim pendampingan keluarga (TPK).

“Mari kita semua kerjasama, kolaborasi dan sinergi menurunkan angka stunting sesuai dengan target,” ajak Pj Bupati Hermansyah.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait