Kandangan, kalselpos.com- Pasca intensitas curah hujan yang cukup tinggi di pengunungan Meratus sejak malam hingga pagi, debit air Sungai Amandit mengalami kenaikan dan meluap ke wilayah-wilayah dataran rendah disepanjang bantaran sungai, Kamis (2/2).
Dampak luapan Sungai Amandit tersebut merendam sebagai Pulau Sepakat di Kelurahan Kandangan Kota, Kecamatan Kandangan yang menjadi langganan banjir jika intensitas curah hujan tinggi di wilayah pengunungan Loksado.
“Air mulai naik kepemukiman sejak pukul 11.00 WITA, akibat luapan Sungai Amandit,” ujar Nada warga Pulau Sepakat, kepada kalselpos.com.
Menurut Nada, pemukiman mereka yang berada di dekat bantaran Sungai Amandit sudah menjadi langganan banjir jika intensitas hujan tinggi di wilayah pengunungan Loksado.
“Banjir seperti sudah biasa, dan air akan surut beberapa jam kemudian. Diperkirakan banjir ini akan surut malam hari,” ujarnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS Kusairi mengatakan, saat ini kondisi debit air di Bendungan Amandit masuk kategori siaga satu.
“Ketinggian air di bendungan mencapai 2,20 meter atau termasuk kategori siaga satu,” ujar Kusairi.
Dikatakan Kusairi, peningkatan debit air akibat hujan di wilayah pegunungan Loksado dan Kota Kandangan.
“Beberapa titik ada yang terendam, seperti jalan dan halaman rumah warga. Tetapi, saat ini kondisi air mulai menurun,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal berada di bantaran Sungai Amandit selalu waspada jika sewaktu-waktu air meluap.
“Tetap waspada dan siaga banjir karena curah hujan meningkat,” ujar Kusairi.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





