Budidaya Ikan Gabus Jadi Andalan Pokdakan Haruan Jelapat

  • Whatsapp
BUDIDAYA-Budidaya ikan gabus podkan di Handil Baru Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola.(ibrahim)(kalselpos.com)

Marabahan,kalselpos.com -Budidaya ikan gabus mempunyai nilas ekonomis seperti ditekuni podkan di Handil Baru Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola,Kalimantan Selatan, sejak mulai tahun 2016 lalu kelompok Ikan Hauran atau ikan gabus hingga sekarang masih tetap bertahan.

Pokdakan Hauran Jelapat pada awalnya hanya memiliki 16 buah kolam budidaya ikan gabus, namun dengan hasil yang cukup lumayan kini kolam budidaya ikan gabus menjadi 65 buah kolam, dengam dikelola sebanyak 10 orang,

Bacaan Lainnya

Untuk pakan ikan gabus kelompok cukup mudah, hanya dengan menggunakan pakan alami yakni dari ikan sepat dan ikan seluang, dengan diolah terlebih dahulu yaitu dengn dicincang kemudian siap dijadikan pakan untuk benih atau indukan.

Dengan adanya keberhasilan Pokdakan Haruan Jelapat tersebut dalam membudidayakan ikan gabus, mendapatkan dukungan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin atau BPBAT Mandiangin dengan kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Dan perikanan Kabupaten Batola.

Dukungan BPBAT Mandiangin bersama dinas terkait tersebut pada Pokdakan Haruan Jelapat, berupa bantuan benih ikan gabus sebanyak 10.000 ekor benih ikan gabus.

Ketua Pokdakan Haruan Jelapat, Zailani mengatakan, dalam membudiyakan haruan tidak hanya melakukan pembenihan,namun juga melakukan pembesaran.

“Untuk harga benih ikan gabus berpariasi dari kisaran 600 rupiah hingga 800 rupiah per ekornya dengan umur 1 sampai 2 bulan, sementara untuk hasil pembesaran ikan gabus dengan umur 6 bulan, dijual 40 ribu perkilonya,” katanya zailani.

Kepala BPBAT Mandiangin, Andi Artha Dony Oktopura mengatakan, Bantuan sebanyak 10 ribu benih ikan gabus diharapkan bisa menjadi stimulus bagi kelompok masyarakat dalam membudidayakan ikan gabus sebagai sumber pendapatan dan pengasilan.

Ikan gabus memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi di kalimantan selatan dimana konsumsinya sangat besar, namun saat ini jumlah ikan gabus terbatas yangmana selama ini masyarakat menggantungkan sumbernya dari alam,ungkapnya Andi

Ikan gabus belakangan ini menjadi sumber inflasi yang ada di kalimantan selatan, dan karena itu bersinergi dengan instansi terkait berkontribusi untuk benih ikan gabus tidak lagi dari alam tapi dari budidaya ikan,”pungkasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.