Inggris tidak akan menerima orang lagi dalam evakuasi dari Kabul

Marinir sedang mengawal seorang anak saat evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai.(ist)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Serangan bandara Kabul pada Kamis (26/8) sedikitnya menewaskan 13 pasukan AS dan 79 warga Afghanistan, diklaim oleh kelompok ISIS.

Afiliasi ISIS di Afghanistan, ISIS-Khorasan, muncul sebagai musuh negara Barat maupun Taliban.

Bacaan Lainnya

Dua warga negara Inggris lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Dominic Raab pada Jumat (27/8).

Dikatakan Raab, serangan keji itu menyoroti bahaya yang dihadapi oleh orang-orang di Afghanistan sekaligus memperkuat alasan kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengeluarkan orang-orang.

Menurut Raab, dua warga negara Inggris dan satu anak dari warga negara yang sama tewas dalam serangan di bandara Kabul. “Ini adalah orang-orang yang tak bersalah dan menjadi sebuah tragedi bahwa ketika mereka berupaya menyelamatkan orang terkasihnya ke Britania Raya, mereka dibunuh oleh teroris pengecut,” katanya melalui pernyataan.

Sebelumnya, Menteri pertahanan Ben Wallace mengatakan, bahwa Inggris tidak akan menerima orang lagi dalam evakuasi dari Kabul, selain mereka yang sudah berada di dalam bandara.

“Inggris sedang mempersiapkan 1.000 orang terakhir di lapangan terbang yang akan diangkut pada Jumat saat kehadirannya selama 20 tahun di Afghanistan berakhir,” sebut Wallace

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait