Kecamatan Paminggir jadi Lokasi PKB DTPK

LAYANAN KESEHATAN-Puskesmas di Kecamatan Paminggir menjadi lokasi pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). (ist)(kalselpos.com)

Amuntai,kalselpos.com -Puskesmas di Kecamatan Paminggir  menjadi lokasi pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan di Puskesmas Paminggir melingkupi Desa Ambahai dan Paminggir Seberang dengan melaksanakan pelayanan kesehatan, penyuluhan dan sunatan  (Khitan) massal, bula Juki lalu.

 

Kepala Dinas Kesehatan HSU melalui Kasi Pelayanan Kesehatan Dinkes HSU Mitia Marini mengatakan, adanya Paminggir dijadikan locus pelaksanaan Program PKB DTPK 2021 terlaksana  berbagai pelayanan kesehatan, penyuluhan dan bakti sosial diarahkan ke wilayah kecamatan ini, Selasa (3/8).

 

Berdasarkan data, Kecamatan Paminggir masih banyak kasus Stunting, Kesehatan Ibu dan anak, sehingga adanya pelaksanaan Program PKB DTPK diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.

 

Di kesempatan itu, Dinas Kesehatan membawa Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Kandungan untuk memberikan pelayanan dan penyuluhan kepada para ibu hamil.

 

“Dokter Spesialis juga memberikan edukasi bagi para bidan dan tenaga kesehatan di Puskesmas Paminggir yang disambut antusias jajaran kesehatan di kecamatan yang  berada di tepi alur SungaI Barito dan berbatasan dengan Wilayah Kalimantan Tengah,” katanya.

 

Sementara Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kalsel  Syarkiah mengatakan, PKB DTKP merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan yang bertujuan mengakses layanan kesehatan di wilayah kerja yang sulit terjangkau di daerah terpencil.

 

Program ini katanya, dilaksanakan empat kali dalam setahun di wilayah lokus yang sama agar upaya kesehatan yang dilakukan melalui program itu bisa dipantau dan dievaluasi perkembangannya.

 

Syarkiah juga menyampaikan, masyarakat di daerah terpencil sangat mengharapkan perhatian dari petugas kesehatan, menginginkan pelayanan kesehatan dasar. “Kadang masyarakat juga ingin tahu kondisi kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan, cek kadar gula darah, kolesterol dan sebagainya, apalagi ibu hamil tentu mengharapkan bantuan bagi proses persalinan, pokoknya mengharapkan perhatian lebih dari petugas kesehatan,” imbuhnya.

 

Namun, Syarkiah memaklumi sebagai daerah terpencil, Puskesmas Paminggir memiliki kendala terkait jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, akses dari pusat pemerintahan juga jauh, idealnya satu desa memiliki satu bidan desa, sehingga perlu tambahan petugas kesehatan  baik melalui pengangkatan atau melalui program Nusantara Sehat.

 

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait