Tarif biaya Meter PDAM Bandarmasih mestinya ‘Ditiadakan’

  • Whatsapp
Muhammad Pazri SH MH(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Penundaan kenaikan tarif biaya meter, yang sebelumnya akan diberlakukan PDAM Bandarmasih per Juli 2021, ini di mana pembayarannya akan ditagih per Agustus 2021, mendapat respon dari pihak Borneo Law Firm Banjarmasin, yang sempat memprotes keras rencana kenaikan tarif dari perusahaan daerah tersebut.

“Alhamdulillah biaya Meter PDAM batal naik,” ungkap Muhammad Pazri SH MH, pimpinan Borneo Law Firm Banjarmasin, sebagaimana yang disampaikan ke redaksi kalselpos.com, Selasa (6/7/21) malam.

Bacaan Lainnya

Sekalipun demikian, pihaknya mengaku, tetap tidak ada tawar menawar, dan terus akan mengawal PDAM Bandarmasih, mengingat air adalah kebutuhan hajat hidup masyarakat Kota Banjarmasin.

Terlebih, sambungnya, sewa meter atau kenaikan tarif biaya meter tersebut, supaya tidak dinaikan secara pernanen, bahkan jika perlu, ditiadakan saja oleh pihak direksi perusahaan daerah milik Pemko Banjarmasin tersebut.

Pertanyaannya adalah kenapa mesti harus ada tarif sewa atau biaya meter?

“Padahal kita bisa saja beli sendiri atau pelanggan baru disuruh membeli sendiri. Atau Pemko Banjarmasin yang membeli, hingga tidak membebankan konsumen lagi, mengingat setiap bulan juga pelanggan terus dibebankan. Dugaan kami, ini rawan terjadi penyimpangan oknum – oknum tertentu,” jelasnya.

Toh logikanya, pada saat pemasangan awal PDAM, pelanggan sudah diberi alat meter PDAM, bahkan sampai 15 tahun lebih, tidak pernah rusak atau diganti.

Yang jadi pertanyaan kembali, berapa total pengeluaran pemiliharannya selama ini? Kenapa PDAM Bandarmasih, selalu menyampaikan kerugian terus ke publik. “Namun, ketika untung tidak pernah bilang, kalau rugi baru bilang. Dugaannya, ya PDAM Bandarmasih, tidak pernah transparan dalam hal keuangannya,” sebut Fazri lagi.

Janganlah di masa pandemi Covid-19, ini PDAM Bandarmasih dijadikan ‘bisnis’.

Seharusnya PDAM terus menerus memberikan subsidi ke pelanggan, karena perusahaan tersebut adalah milik Pemko Banjarmasin, kritiknya.

“Kita harus tetap waspada sampai Desember 2021 nanti, karena jangan sampai PDAM Bandarmasih, mencari celah lain, lantaran ada dugaan kesepakan – kesepakatan untuk menaikan sewa atau tarif biaya meter secara diam-diam, atau menambahkan beban lain atau menaikan tarif PDAM pada saat pembayaran tarif setiap bulan secara perlahan, tanpa diketahui oleh pelanggan atau konsumen,” tuturnya.

Menurut M Fazri, setelah pihaknya membuat kajian awal, sewa atau tarif biaya meter, ini kebijakannya sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu, dan inventarisir data dari 2015-2020 oleh PDAM Bandarmasih. Padahal, di priode tersebut, perusahaan air ‘plat merah’ tersebut, tidak ada ruginya dan selalu untung.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.