12 desa akan dipimpin kaum hawa di Batola

  • Whatsapp
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS saat melakukan pemantauan Pilkades serentak yang baru selesai belum lama ini.(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Dari 163 desa di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terdapat 11 orang yang dimenangkan oleh kaum hawa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang baru – baru ini selesai dilaksanakan di kabupaten berjuluk Ije Jela.

Dengan jumlah tersebut, juga terdapat 1 kades dari Desa Batik Kecamatan Bakumpai yang masih belum berakhir masa jabatannya.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, keterwakilan perempuan menjadi kades mencapai 12 orang.

Adapun 11 pemenang Pilkades tersebut, yaitu Hj Norliani STr Keb dari Desa Tabunganen Muara Kecamatan Tabunganen, Purnamawati dari Desa Tamban Raya Kecamatan Mekarsari, Mardina dari Desa Sepakat Bersama dan Noorjanah dari Desa Patih Muhur Lama, Kecamatan Anjir Muara.

Kemudian Cahyo Utami Ningsih dari Desa Karang Dukuh Kecamatan Belawang, Elly Rahmah dari Desa Belandean dan Syarifah Syaufiah SPd dari Desa Pulau Sewangi Kecamatan Alalak, Hj Siti Khadijah SAP MM dari Desa Sungai Raya Kecamatan Cerbon, Hamidah SPd dari Desa Karya Makmur dan Hj Yuliana SE dari Desa Tabukan Raya Kecamatan Tabukan, serta Rasidah dari Desa Balukung Kecamatan Bakumpai.

Hal demikian membuat Bupati Batola Hj Noormiliyani merasa bangga dan salut atas prestasi yang diraih perolehan suara para kaum hawa di Ije Jela.

“Perolehan suara kaum perempuan ini sangat signifikan. Meski semuanya tidak berasal dari kader-kader partai maupun tokoh yang berkecimpung di dunia politik tapi berasal dari berbagai komponen masyarakat,” ucap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu.

Menurut bupati perempuan pertama di Kalsel itu, terpilihnya kades para perempuan di Batola pada periode 2021-2027 ini kendati totalnya belum mencapai kuota kesepakatan minimal 30 persen.

Tentunya, lanjut istri Bupati Batola dua periode itu, prestasi yang sangat membahagiakan serta rekor bagi Kalsel sekaligus menunjukan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin sudah bertransformasi ke arah perubahan.

“Sudah saatnya perempuan diberi kepercayaan dan kesempatan memimpin, mengeksplor kemampuan, kelakuan, karakteristik, serta kultural untuk melebur secara perlahan,” pungkasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.