WALHI Kalsel soroti banjir Satui

  • Whatsapp
Foto satelit Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.(google map/ist)

Batulicin,kalselpos.com – Terkait dengan banjir yang merendam 6 desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan yang menurut beberapa narasumber dari pihak Kecamatan setempat dan Pemerintah Daerah berasal dari luapan air sungai Satui akibat curah hujan yang tinggi.

Menyikapi hal tersebut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyo beranggapan pihak pemerintah gagap, lalai dan lambat.

Bacaan Lainnya

“Kenapa air dan hujan yang disalahkan terus?,” ujar Kisworo kepada kalselpos.com, Sabtu (15/5/21) petang melalui pesan singkatnya.

Masih seperti ‘biasa’, ditegaskan oleh WALHI Kalsel, daya tampung dan daya dukung lingkungan sudah rusak. “Musim hujan banjir, musim kemarau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan itu menjadi permasalahan setiap tahunnya, kapan Kalsel akan membangun?,” ungkapnya.

Desa S inar Bulan salah satu desa di Satui yang terendam banjir.(kristiawan)

Pada saat momentum banjir, karhutla dan Ramadhan serta Idul Fitri sudah seharusnya menjadi acuan bagi semua agar semakin peduli terhadap lingkungan dan keselamatan rakyat pinta Ketua WALHI Kalsel.

Untuk itu WALHI Kalsel merekomendasikan dan mendesak beberapa point dalam agenda WALHI kepada pemerintah diantaranya, 1). Cabut UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 2). Tanggap bencana (sebelum, pada saat dan paska bencana/pemulihan).

3). Review dan audit seluruh perizinan industri ekstraktif tambang, sawit, HTI, HPH secara transparan. 4). Stop Izin baru, yang ada saja kacau apalagi ditambah.
5). Penegakan hukum terutama kepada perusak lingkungan.
6). Bentuk Satgas atau komisi kusus kejahatan lingkungan dan SDA serta bentuk pengendalian lingkungan.

7). Perbaikan kerusakan lingkungan termasuk DAS, sungai, Drinase serta tutup lahan ekonomi rakyat.
8). Review RTRW (Rencana tata ruang wilayah).
9). RPJM, RPJP dan APBD/N yang pro terhadap keselamat rakyat dan lingkungan.

Menurutnya Kalsel lagi sakit, dan masih dalam posisi darurat ruang serta darurat ekologis.

“Sudahlah cukup kita semua harus ingat kembali kejalan-Nya,” tuturnya mengingatkan.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.