Resmi dinonaktifkan, Novel Baswedan tetap diminta jadi Pegawai Pemerintah

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh

Banjarmasin, kalselpos.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan bersama 74 pegawai lain yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kini resmi dinonaktifkan.
Keputusan penonaktifan itu tertuang Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Plh Kepala Biro SDM KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, pada 7 Mei 2021.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, meminta KPK tidak memberhentikan para pegawai tersebut, karena terbukti para pegawai itu berintegritas dan berprestasi.
“Saya berharap agar para pegawai yang tidak lulus dan memiliki integritas dan reputasi yang cukup baik dan menonjol tidak diberhentikan,” ujar Pangeran kepada wartawan, Rabu (12/5/2021), sebagaimana dikutip kalselpos.com dari Liputan6.com.
Khairul Saleh menyarankan agar para pegawai yang tidak lolos dapat menjadi menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dengan demikian, KPK tidak kehilangan pegawai berkompeten dalam upaya pemberantasan korupsi ke depan.
“Dapat dipertimbangkan dan diprioritaskan untuk menjadi tenaga PPPK, sehingga yang bersangkutan dapat meneruskan pengabdiannya dan membantu KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui TWK merupakan konsekuensi alih status kepegawaian KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun ia menyebut tes itu seharusnya hanya untuk mengetes integritas kebangsaan pegawai, bukan untuk hal lain.
“Konsekuensinya para pegawai akan melalui tes kompetensi. Salah satunya Test Wawasan Kebangsaan yang meliputi integritas dalam berbangsa dan bernegara serta kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 45 dan NKRI dan netralitas serta anti radikalisme,” tandasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Bacaan Lainnya

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.