Ada dugaan Pemalsuan tanda Tangan di Proyek PDAM Kapuas

  • Whatsapp
[]istimewa SIDANG KASUS PDAM - Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek dana penyertaan modal PDAM Kabupaten Kapuas, Kalteng, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya, Kamis (18/3/21) lalu,

Palangka Raya, kalselpos.com – dugaan adanya pemalsuan tanda tangan kontraktor pengelola proyek terungkap pada sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek dana penyertaan modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng, Bangun Dwi Sugiartono, di Palangka Raya, Kamis (18/3/21) lalu, mengatakan, seorang kontraktor atau pihak ketiga yang dihadirkan dalam perkara tersebut, menyebutkan jika perusahaannya dipinjam dalam proyek itu.

“Sehingga ia tidak mengetahui secara detail pekerjaan tersebut selama proyek itu berlangsung, dan diduga tandatangannya dipalsukan, sehingga dia tidak bisa menerangkan saat bersaksi di depan majelis hakim,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Bangun menuturkan, pada sidang lanjutan tersebut juga dilakukan pemeriksaan terhadap pegawai bagian bendahara PDAM Kabupaten Kapuas, pembeli barang dan bagian gudang.

Hal tersebut dilakukan untuk mencari kesesuaian antara pembelian aksesoris reguler dengan proyek penyertaan modal yakni Sambungan Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR). “Nah, jadi kami cari saat ini adalah selisih (anggaran) dari pihak PDAM dalam proyek tersebut,” bebernya.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) terus mencari tahu keterangan perkara tersebut dari sejumlah kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut, untuk mengetahui sampai sejauhmana proyek tersebut dilaksanakan dan menanyakan tanda tangan yang diduga dipalsukan.