Barabai, kalselpos.com – Banjir besar yang merendam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pertengahan Januari 2021 lalu, selain disebabkan curah hujan yang tinggi, juga diduga akibat dari pambalakkan hutan di Pengunungan Meratus yang terus terjadi.
Ini dibuktikan dengan adanya temuan tumpukan kayu yang diduga hasil aktivitas ilegal logging di Desa Papagaran, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, awal Pebruari ini.
Tumpukan kayu dari berbagai jenis dan ukuran itu berjumlah 96 potong dengan volume kurang lebih 5 meter kubik.
Agar tumpukan kayu tidak terlihat secara kasat mata, para pambalak menutupinya dengan ranting dan daun bambu.
Personil Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, setelah mendapat informasi terdapatnya tumpukan kayu yang diduga hasil kegiatan Ilegal logging tersebut, langsung menuju lokasi kayu temuan, dengan dipimpin Kepala KPH Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres HST, Senin (1/2/2021) lalu.
“Segala bentuk pelanggaran bidang Kehutanan harus ditindak. Setiap laporan yang mengindikasikan pelanggaran, baik dari hasil patroli maupun laporan masyarakat harus kita tindak lanjuti,” tegas Rudiono.
Namun sangat disayangkan, tim patroli tidak menemukan satu pun pelaku ilegal logging. Rupanya mereka sudah ambil langkah seribu sebelum tim tiba di lokasi temuan.
Karena lokasi temuan cukup jauh dan medan jalan yang tidak memungkinkan untuk mengangkut kayu, akhirnya diputuskan kayu temuan di potong – potong menggunakan gergaji mesin.
Rudiono menegaskan, patroli pengamanan hutan terus rutin mereka lakukan. Namun rupanya, karena jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) dan Tenaga Kontrak Penjaga Hutan masih sangat kurang, sehingga patroli belum bisa dilakukan secara maksimal dan ini menjadi celah bagi pambalak untuk melancarkan aksinya.
kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional
Download aplikasi kalselpos.com versi android kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com
penulis : anas aliando
editor. .: s.a lingga
Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya





