Lampaui HET, Dua Penjual Gas Melon Dibekuk Polisi

Dua penjual gas melon terpaksa berurusan dengan hukum lantaran menjual gas LPG 3 Kg bersubsidi dengan harga diatas HET (ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Gegara nekat melepas harga gas bersubsidi hingga Rp 30 ribu per tabung, dua penjual gas LPG 3 Kg atau gas melon diamankan oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, baru-baru tadi. Keduanya diringkus petugas di tempat berbeda,

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifai’i mengatakan, pelaku pertama berinisial MA (25) yang diringkus Polisi di sekitar kediamannya Jalan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Untuk barang buktinya sendiri petugas berhasil mengamankan gas melon yang masih ada isinya sebanyak 16 buah, tabung kosong sebanyak 116 buah, serta satu unit mobil jenis pick up dengan nomor polisi DA 9228 MN.

Selanjutnya, disita pula barbuk lainnya LPG 3 kilogram bersubsidi sebanyak 108 tabung, tabung kosong gas melon 27 buah, dan uang tunai sebesar Rp 720 ribu hasil penjualan sebanyak 24 tabung dengan harga Rp 30 ribu.

Di lain tempat, petugas juga berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial MK. Ia ditangkap Polisi di pangkalan LPG Kompleks Purna Sakti Jalur Utama I, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Dari tempat perempuan berusia 45 tahun itu, petugas menemukan barang bukti berupa LPG 3 kilogram bersubsidi sebanyak 76 tabung, LPG 3 Kg bersubsidi yang kosong sebanyak 157 buah, spanduk harga HET 1 lembar, log book Pangkalan LPG 3 Kg dari bulan Januari sampai Agustus 2020 masing-masing 1 bundel.

Selain itu petugas juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa LPG 3 Kg bersubsidi yangmasih ada isinya sebanyak 18 tabung dan LPG 3 Kg kosong bersubsidi sebanyak 2 buah.

Pria debgan sapaan Kombes Rifa’i itu menjelaskan, kedua pelaku ini harus mempertangungjawabkan perbuatannya yang terindikasi melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 10 huruf (a) UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Peraturan Presiden Republik Indonesia No.71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

“Kami minta kepada pangkalan dan pengecer agar tidak menjual Gas LPG 3 Kg di atas HET dan aturan yang berlaku sembari berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa sama-sama membantu mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg,” tutupnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri

Tinggalkan Balasan