Kendala Guru Penjas di Masa Corona

  • Whatsapp
Arham Syahban,Kandidat Doktoral PPs Universitas Negeri Jakarta,Awardee LPDP BUDI-DN 2019,Dosen STKIP Paris Barantai Kotabaru,Blogger.

DIBERLAKUKANNYA Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 mengharuskan beberapa guru, termasuk guru pendidikan jasmani di semua jenjang pendidikan formal di Indonesia harus melaksanakan WFH (work from home) dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.

Kondisi kegiatan pengajaran yang tiba-tiba berubah drastis ini menjadi tantangan bagi guru pendidikan jasmani (penjas), agar sasaran dan tujuan pendidikan jasmani yang merupakan penunjang tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.

Bacaan Lainnya

Bukan itu saja, guru penjas harus memastikan proses pengajaran mata pelajaran pendidikan jasmani menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan dari rumah mampu untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial, ditambah materi pelajaran harus disusun ulang secara seksama agar pengalaman belajar pendidikan jasmani dapat memuaskan kebutuhan perkembangan gerak lokomotor, non-lokomotor dan manipulatif siswa.  

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdiskusi bersama beberapa guru penjas menggunakan aplikasi Zoom Meeting, terkait dengan apa saja yang menjadi kendala mereka dalam proses pengajaran dalam pembelajaran jarak jauh yang telah mereka laksanakan selama ini. Alhasil, beberapa guru pendidikan jasmani mendapatkan beberapa kendala dalam proses pembelajaran jarak jauh yang mereka laksanakan.

Kendala umum yang dihadapi guru penjas dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini, di antaranya; (1) fasilitas media mengajar elektronika (komputer, laptop, hp android) ini tidak semua guru penjas dan siswa memiliki, (2) tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat juga guru penjas yang tidak mampu memanfaatkan media mengajar elekronik berbentuk hardware dan software dengan baik atau gaptek, (3) akses internet yang terbatas di tiap-tiap wilayah guru penjas itu berdomisili, dan (4) sejauh ini guru penjas juga kebingungan memilih dan memanfaatkan platform teknologi atau online learning yang dapat memenuhi pengajaran pendidikan jasmani.

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

 

Jika guru pendidikan jasmani tidak dapat beradaptasi dengan cepat dalam menindaklanjuti rintangan tersebut, prestasi akademik siswa sudah pasti akan terpengaruh bahkan kekhawatiran para ahli pendidikan jasmani akan ancaman ‘kekurangan gerak’ yang dapat menimbulkan masalah kebugaran dan berbagai macam penyakit pun akan mendera anak-anak kita.

Tanggung jawab dan peran guru pendidikan jasmani benar-benar diuji di masa pandemi ini, apakah guru pendidikan jasmani sebagai tenaga profesional dapat menjawab tantangan ini ?

Dalam menjawab tantangan ini, perlu kiranya kita kembali memahami bahwa cakupan pendidikan jasmani itu sangat luas, memungkinkan pendidikan jasmani dapat di lakukan di mana saja, artinya tidak terbatas baik tempat maupun sarana prasarana yang memadai. Siapa saja bisa ikut terlibat berperan serta memberikan pendidikan jasmani. Orang tua di rumah misalnya, dapat memberikan petunjuk cara memegang raket bulutangkis dengan baik dan benar.

Hal ini harus betul-betul menjadi tugas bagi seluruh pemerhati pendidikan jasmani dan terutama bagi guru pendidikan jasmani untuk bekerjasama mensosialisasikan dan mengupayakan jalan keluar dari tantangan dimasa pandemi yang kita hadapi  demi keberhasilan program pendidikan jasmani di Indonesia.(*)

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan

Selatan dan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.