Cegah Banjir dan Karhutla, ORI tawarkan Manajemen Air Berbasis Void Tambang

Teks Foto []istimewa SKETSA ; Sketsa ilustrasi perencanaan jangka panjang hadapi banjir, Karhutla dan cadangan air hadapi kemarau panjang di Kalimantan Selatan(kalselpos.com)

DPD ORI Kalsel mengusulkan pemanfaatan void tambang batubara dalam konsep Kalsel Mandiri Air 2046 guna mengendalikan banjir dan mencegah karhutla.

Banjarmasin, kalselpos.com– Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan menawarkan pemanfaatan lubang bekas tambang batubara atau void sebagai bagian dari solusi pengendalian banjir dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bacaan Lainnya

 

Gagasan tersebut tertuang dalam konsep Grand Design Kalsel Mandiri Air 2046 yang disampaikan DPD-ORI Kalsel kepada Presiden RI melalui koordinasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP-ORI), 21 Oktober 2026.

 

Ketua DPD-ORI Kalsel, Sulkan SH MM mengatakan, konsep manajemen air terintegrasi itu diarahkan untuk menampung air saat musim hujan dan mendukung kebutuhan air pada musim kemarau.

 

Usulan tersebut mencakup pembangunan pintu air pintar, sekat kanal otomatis, serta jaringan kanal penghubung antartampungan. Namun, penerapannya memerlukan kajian teknis, kualitas air, keselamatan, dan dampak lingkungan setiap lokasi.

 

DPD-ORI juga mengusulkan agar pengelolaan fasilitas melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih. Skema tersebut diharapkan membuka lapangan kerja serta mendukung pertanian, perikanan, dan penyediaan air bersih.

Selain meminta penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional, ORI mengusulkan tim lintas kementerian melakukan verifikasi lapangan.

 

Sulkan berharap gagasan ini dikaji secara serius agar penanganan bencana turut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

 

 

Pos terkait