Martapura, Kalselpos.com – Alokasi anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD Kabupaten Banjar untuk penyelenggaraan Pemilihan Nanang Galuh Banjar 2026 menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, legislatif menilai penggunaan dana tersebut perlu dikaji lebih mendalam untuk memastikan manfaatnya bagi pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Anna Rusiana, mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Langkah tersebut dilakukan karena DPRD belum menerima penjelasan rinci mengenai besaran maupun penggunaan anggaran kegiatan tersebut.
“Komisi IV belum mengetahui secara detail berapa anggaran yang dialokasikan untuk Nanang Galuh Banjar. Karena itu kami akan membahasnya melalui RDP sekaligus mengevaluasi efektivitas program tersebut,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Anna mengungkapkan, saat pembahasan APBD bersama Badan Anggaran (Banggar), program Nanang Galuh tidak dipaparkan secara spesifik sehingga DPRD belum memperoleh gambaran utuh mengenai tujuan, indikator keberhasilan, maupun urgensi pelaksanaannya.
“Pada saat pembahasan Banggar kami hanya melihat program-program prioritas yang sifatnya umum. Tiba-tiba muncul program Nanang Galuh Banjar. Itu yang nanti akan kami minta penjelasannya,” katanya.
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar setiap rupiah yang bersumber dari APBD benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terlebih pemerintah saat ini tengah menjalankan kebijakan efisiensi belanja daerah.
“Kami ingin memastikan apakah anggaran kegiatan ini sudah efisien. Jika memang dinilai terlalu besar, tentu kami akan meminta dinas melakukan penyesuaian,” tegasnya.
Meski demikian, Anna menegaskan DPRD tidak mempermasalahkan pelaksanaan ajang pemilihan duta wisata tersebut selama mampu memberikan kontribusi nyata terhadap promosi pariwisata dan pembangunan daerah.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana keberadaan Nanang dan Galuh memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Menurutnya, sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Banjar, seperti kawasan wisata religi Sekumpul maupun Kelampayan, telah memiliki daya tarik yang kuat tanpa promosi tambahan.
“Yang ingin kami ketahui adalah relevansi program ini. Apakah promosi pariwisata akan berhenti jika tidak ada Nanang Galuh Banjar? Itu yang perlu dijelaskan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, HM Irwan Jaya, menegaskan bahwa Pemilihan Nanang Galuh merupakan investasi daerah dalam mencetak generasi muda yang mampu menjadi duta promosi pariwisata, seni, dan budaya Kabupaten Banjar.
Menurut Irwan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana pembinaan bagi putra-putri daerah agar mampu berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.
“Pemilihan Nanang Galuh bukan hanya sekadar kompetisi. Tujuannya untuk mendorong putra-putri terbaik Kabupaten Banjar agar bisa berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional,” katanya usai Grand Final Nanang Galuh Banjar 2026, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, anggaran sekitar Rp300 juta digunakan untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses seleksi, karantina peserta, malam grand final, penyediaan perlengkapan, hadiah, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Irwan berharap para Nanang dan Galuh terpilih dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Banjar, termasuk melalui pemanfaatan media sosial yang dinilai efektif menjangkau masyarakat luas.
“Kami berharap duta yang terpilih dapat ikut berkontribusi mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam mempromosikan pariwisata, seni, dan budaya Kabupaten Banjar,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





