Buntok, kalselpos.com –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menjawab sejumlah persoalan prioritas yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Senin (6/7).
Kepala Dinkes Kabupaten Barsel, dr. Dadang Baskoro Nugroho, mengungkapkan bahwa Barsel saat ini menjadi salah satu daerah yang masuk dalam lokus pembinaan dari tiga kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. Oleh karena itu, pelaksanaan DAK Kesehatan tahun ini akan difokuskan pada empat program utama.
“Empat poin yang menjadi perhatian khusus adalah imunisasi, kesehatan ibu dan anak (KIA), pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), serta pemenuhan tenaga kesehatan,” ujar dr. Dadang.
Ia menjelaskan, keempat program tersebut menjadi prioritas karena memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah optimalisasi imunisasi untuk melindungi anak dari berbagai penyakit serta mencegah dampak kesehatan buruk di masa depan.
Selain imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak mulai dari masa kehamilan hingga persalinan juga menjadi perhatian utama. Seluruh proses tersebut harus ditangani oleh tenaga kesehatan (nakes) terlatih guna menekan risiko stunting. Dinkes Barsel sendiri lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan agar anak tidak sampai mengalami gagal tumbuh.
Menurut dr. Dadang, berbagai intervensi preventif telah disiapkan melalui alokasi program DAK Kesehatan. Di antaranya berupa pemberian makanan tambahan, penyaluran tablet tambah darah bagi ibu hamil, serta pemberian berbagai suplemen gizi lainnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan anak yang sudah terlanjur mengalami stunting tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Dinkes. Penanganan kasus yang sudah ada membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan lintas sektor serta pemerintah daerah secara menyeluruh.
Di sisi lain, DAK Kesehatan juga diarahkan untuk memperkuat penanggulangan penyakit menular, khususnya TBC, serta memenuhi kebutuhan nakes di Barito Selatan agar pelayanan masyarakat semakin optimal.
Dr. Dadang memastikan bahwa pemanfaatan dana pusat ini tidak akan tumpang tindih dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebaliknya, dana yang dikucurkan setiap tahun ini berfungsi sebagai penguatan dan dukungan tambahan agar program-program prioritas di daerah dapat diselesaikan secara lebih fokus dan tuntas.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





