Rantau, kalselpos.com — Hamparan tanaman serai wangi yang menghijau di Desa Pualam Sari, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, menjadi penanda perubahan fungsi lahan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pertambangan.
Di kawasan yang pernah menjadi lokasi eksploitasi batubara itu, masyarakat kini memanen hasil budidaya yang memberikan nilai ekonomi baru sekaligus menjadi simbol keberhasilan program pascatambang.
Bupati Tapin H Yamani bersama sa Perwakilan Koordinator Inspektur Tambang Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI Mulyadi, Board of Directors Baramulti Doddi Sumantiawan, Direktur PT SKB Mukhlas Sumartanto, serta jajaran Dinas ESDM Kalimantan Selatan bersama sama Panen serai wangi di lokasi lahan Desa Pualam Sari Kec Binuang. Senin (6/7/2026) usai pelaksanaan penutupan pascatambang PT Sumber Kurnia Buana (SKB).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tapin H Yamani, Perwakilan Koordinator Inspektur Tambang Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Mulyadi, Board of Directors Baramulti Doddi Sumantiawan, Direktur PT SKB Mukhlas Sumartanto, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Direktur PT SKB Mukhlas Sumartanto mengatakan, perusahaan memilih budidaya serai wangi sebagai salah satu model pemanfaatan lahan reklamasi karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan dapat dikelola langsung oleh masyarakat.
Menurut dia, program tersebut dikembangkan pada lahan seluas 21 hektare yang tersebar di beberapa desa sekitar wilayah tambang. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan bibit dan sarana produksi, tetapi juga mendapatkan pendampingan mulai dari penanaman hingga pengolahan hasil panen menjadi minyak atsiri.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah aktivitas tambang berakhir, masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Karena itu, program pascatambang tidak hanya berfokus pada pemulihan lahan, tetapi juga pada penguatan ekonomi warga,” kata Mukhlas.
Hasilnya mulai terlihat. Di Desa Pualamsari, warga telah tiga kali melakukan panen pada sebagian area tanam dengan produksi minyak serai mencapai lebih dari 225 kilogram.
Sementara di wilayah Tatakan, panen awal menghasilkan lebih dari 62 kilogram minyak serai dan terus berkembang seiring bertambahnya luas lahan yang memasuki masa produksi.
Selain menjadi sumber pendapatan baru, budidaya serai wangi juga membuka peluang diversifikasi usaha pertanian di kawasan yang sebelumnya bergantung pada sektor pertambangan.
Mukhlas menuturkan, seluruh kewajiban pascatambang perusahaan kini telah diselesaikan. Program tersebut mencakup penataan lahan, revegetasi, pengamanan area bekas tambang, pembangunan sarana irigasi, hingga pengayaan vegetasi di sejumlah titik bekas operasi tambang.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kawasan yang ditinggalkan tidak menimbulkan risiko lingkungan serta dapat dimanfaatkan kembali secara produktif oleh masyarakat.
Bupati Tapin H Yamani menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pemulihan lingkungan apabila dikelola secara bertanggung jawab.
Ia mengapresiasi komitmen perusahaan yang tidak hanya menyelesaikan kewajiban reklamasi dan pascatambang, tetapi juga menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga.
“Yang kita lihat hari ini bukan sekadar panen serai wangi. Ini adalah bukti bahwa lahan bekas tambang dapat diubah menjadi kawasan produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Yamani.
Menurutnya pemanfaatan lahan reklamasi melalui budidaya serai wangi, pengembangan perikanan di bekas galian tambang, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat dan mantan pekerja tambang merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.
Yamani berharap praktik yang dilakukan PT SKB dapat menjadi contoh bagi perusahaan pertambangan lainnya. Keberhasilan pascatambang, kata dia, tidak hanya diukur dari selesainya aktivitas operasional, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan, keberadaan kebun serai wangi di atas lahan reklamasi Tapin menunjukkan bahwa pemulihan kawasan pascatambang dapat melampaui aspek ekologis. Dari tanah yang pernah digali untuk mengambil sumber daya alam, kini tumbuh harapan baru yang memberi nilai ekonomi bagi warga sekitar.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





