Dikebut mulai Juli! PUPR Banjarmasin janji proyek molor rampung dalam Enam Bulan

Teks foto :Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy Wijaya.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Sejumlah proyek strategis Pemerintah Kota Banjarmasin yang sempat mengalami keterlambatan akhirnya mulai dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakui hampir seluruh proyek besar baru memasuki tahap kontrak dan akan dipacu mulai Juli 2026 agar target penyelesaian serta serapan anggaran tetap tercapai.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandy Wijaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek strategis memang mengalami keterlambatan pada awal tahun. Meski demikian, seluruh paket pekerjaan kini telah memasuki tahap kontrak dan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal enam bulan.

 

“Target kita triwulan kedua harus berkontrak semua. Yang sudah berkontrak akan mempercepat serapan di bulan Juli dan enam bulan kami targetkan selesai,” ujar Chandra, Rabu (1/7/2026) kemarin.

 

Adapun proyek yang kini mulai dipercepat meliputi pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam, rekonstruksi sejumlah ruas jalan, pembangunan sistem pemisahan air lindi dan air hujan di TPA Basirih, pembangunan infrastruktur kawasan Sungai Baru, hingga pembangunan titian Muring Selong.

 

Menurut Chandra, percepatan pelaksanaan proyek menjadi langkah penting agar realisasi serapan APBD Tahun Anggaran 2026 tidak tertinggal. Seluruh kontraktor juga diminta bekerja sesuai jadwal dan menjaga kualitas pekerjaan sehingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

 

Namun, langkah percepatan tersebut masih menyisakan perhatian. Sebelumnya, keterlambatan proses lelang dan penandatanganan kontrak proyek mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.

 

Legislatif menilai waktu efektif pengerjaan yang tersisa cukup sempit, terutama untuk proyek-proyek bernilai besar seperti pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp14 miliar.

 

DPRD mengingatkan agar keterlambatan administrasi pada awal tahun tidak berujung pada pengerjaan yang tergesa-gesa di lapangan. Pasalnya, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas hasil pembangunan sekaligus menghambat optimalisasi serapan anggaran hingga akhir tahun.

 

Kini, seluruh perhatian tertuju pada pelaksanaan proyek mulai Juli. Apakah percepatan yang dijanjikan mampu menutup keterlambatan yang terjadi di awal tahun, atau justru menjadi tantangan baru dalam menjaga kualitas pembangunan Kota Banjarmasin.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait