Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kementerian Agama Tala, Korban minta Keadilan

Teks foto : []istimewa TANGKAPAN LAYAR - Tangkapan layar video pengakuan dua korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut(kalselpos.com)

Pelaihari, kalselpos.com – Dua perempuan berinisial RW dan RS mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Laut. Keduanya meminta kasus tersebut ditindaklanjuti secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, RW dan RS mengaku, peristiwa pertama terjadi pada 6 Mei 2026 saat mereka menjalani kegiatan praktik kerja lapangan (PKL). Menurut pengakuan keduanya, mereka diminta membelikan makanan untuk seorang pejabat yang mereka sebut sebagai kepala kantor.

 

Setelah kembali ke kantor dan menyerahkan makanan tersebut, keduanya mengaku diajak berbincang di dalam ruangan. Saat hendak berpamitan, mereka mengaku dipeluk dan dicium di pipi kanan dan kiri oleh pejabat tersebut.

 

“Kami merasa dilecehkan sebagai perempuan. Kami minta keadilan dan kasus ini diproses seadil-adilnya,” ujar RW dan RS dalam keterangannya.

 

RW juga mengungkapkan, adanya dugaan peristiwa lain yang terjadi, pada 12 Mei 2026. Ia mengaku datang ke Kantor Kemenag Tanah Laut (Tala) untuk meminta stempel terkait keperluan sekolah.

 

Menurut pengakuannya, saat menunggu di ruang humas, ia bertemu dengan pejabat yang sama dan kemudian diajak ke sebuah ruangan untuk berbincang. Setelah mendapat tugas mengantarkan surat kepada salah satu pegawai, RW mengaku dipeluk dan dicium di pipi kanan dan kiri.

 

RW juga mengaku mengalami tindakan yang lebih jauh. Ia menyebut bagian dadanya sempat disentuh oleh terlapor sebelum dirinya meninggalkan ruangan.

 

Atas dugaan kejadian tersebut, korban berharap adanya penanganan serius dari pihak berwenang serta proses pemeriksaan yang transparan.

 

Hingga berita ini diturunkan, kalselpos,com, hanya memperoleh video keterangan resmi dari kedua pihak korban yang dilecehkan.

 

 

Sementara, Plh Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Hadi Saputra S.Ag MA, yang dikonfirmasi kalselpos.com, terkait dugaan pelecehan seksual di Kantor Kemenag Tala di Pelaihari tersebut, sampai beritan ini diturunkan, pukul 13.00 Wita,

Kamis (18/6/26), belum menjawab Wa maupun telpon.

 

 

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait