Banjarbaru, Kalselpos.com – Suasana berbeda tampak di Aula Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Jumat (5/6/2026). Ruangan yang biasanya dipenuhi aktivitas pelayanan pemerintahan dan urusan administrasi kini berubah menjadi ruang belajar yang ramai oleh semangat anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Puluhan siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan bimbingan belajar gratis untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan kenaikan kelas. Mereka serius mencatat materi, menjawab pertanyaan, hingga aktif berdiskusi dengan para pengajar.
Program bertajuk Sungai Besar Mengajar ini menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan masyarakat yang lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan warga. Di bawah semangat pelayanan yang mendorong aparatur lebih dekat dengan masyarakat, kelurahan tidak hanya berfokus pada urusan administrasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
Inisiatif tersebut muncul dari kondisi yang dihadapi sebagian keluarga yang belum memiliki kemampuan untuk mengakses bimbingan belajar berbayar bagi anak-anak mereka. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi sarana pendampingan belajar yang mudah dijangkau dan bermanfaat bagi siswa.
Di sisi lain, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, terutama pada mata pelajaran Matematika. Berdasarkan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD Nasional tahun 2026, rata-rata nilai Matematika tercatat masih berada di angka 43,41. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pembelajaran sejak dini.
Agar kegiatan berjalan lebih efektif, bimbingan belajar ini difokuskan bagi siswa kelas 2, 3, dan 4 SD dengan jumlah peserta maksimal 30 anak pada setiap sesi. Adapun jadwal pembelajaran dibagi menjadi tiga sesi:
Kelas 2 SD : 14.00–15.00 WITA
Kelas 3 SD : 15.00–16.00 WITA
Kelas 4 SD : 16.00–17.00 WITA
Keunikan program ini tidak hanya terletak pada konsepnya, tetapi juga pada sosok pengajarnya. Lurah Sungai Besar, Anindya Risa Destiana, turun langsung menjadi tutor Matematika bagi para siswa.
Keputusan tersebut didukung oleh rekam jejak akademik yang dimilikinya. Anindya pernah memperoleh nilai sempurna 100 pada Ujian Nasional Matematika tingkat SMP, menjadi Paskibraka Nasional serta Duta Belia Indonesia tahun 2006, meraih predikat lulusan terbaik IPDN Jurusan Keuangan, hingga menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Lambung Mangkurat dengan IPK 3,98.
“Matematika bukan hanya tentang menghitung angka. Pelajaran ini mengajarkan kedisiplinan, ketelitian, kemampuan berpikir logis, serta keterampilan memecahkan masalah. Nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada anak-anak,” ujar Anindya.
Selain Matematika, pembelajaran Bahasa Inggris juga menjadi bagian dari program tersebut. Materi Bahasa Inggris dipandu oleh Miss Ayu, lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dan PGSD yang memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan dan literasi anak. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, siswa diajak belajar dengan suasana yang menyenangkan agar lebih percaya diri mengenal bahasa asing sejak dini.
Kelancaran kegiatan turut didukung oleh tim pengondisian yang dikenal dengan nama Rangers Sungai Besar. Tim yang terdiri dari pegawai kelurahan dan Ketua TP PKK Kelurahan Sungai Besar ini bertugas mengatur jalannya kegiatan, mulai dari pergantian peserta, pembagian materi, hingga menyiapkan konsumsi berupa susu, makanan ringan, dan doorprize bagi peserta.
Melalui pembagian tugas tersebut, para tutor dapat lebih fokus memberikan pembelajaran secara maksimal selama kegiatan berlangsung.
Meski berlangsung hanya dalam beberapa jam, Program Sungai Besar Mengajar menghadirkan pesan yang kuat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
Inovasi sederhana yang lahir dari kepedulian ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan generasi muda Banjarbaru.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





