Pemprov Kalsel Berhasil Tekan Inflasi ke Angka 3,67 Persen

Teks foto : KENDALIKAN INFLASI - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Command Center Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Senin (18/5). (ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru,kalselpos.com

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas sektor bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi vertikal. Upaya sinergis tersebut terbukti membuahkan hasil positif dengan tren menurunnya angka inflasi daerah hingga periode April 2026.

Bacaan Lainnya

 

Langkah strategis ini dibahas saat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (18/5/2026). Evaluasi rutin ini menjadi acuan dalam menjaga stabilitas harga barang pokok.

 

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Eddy Elminsyah Jaya, melalui Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian H Idris, memaparkan bahwa intervensi pasar yang dilakukan pemerintah daerah berjalan efektif. Hal tersebut tecermin dari data capaian angka inflasi yang terus bergerak turun.

 

“Alhamdulillah, sampai April lalu inflasi kita berada di angka 3,67 persen. Sebelumnya pada Maret mencapai 3,84 persen, yang sempat menempatkan Kalsel di urutan kedua nasional. Sekarang posisi kita membaik ke peringkat enam nasional,” ujar Idris.

 

Menurut Idris, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta dukungan instansi vertikal terkait. Sinergi tersebut berfokus pada dua hal utama, yaitu menjaga kepastian stabilitas harga dan menjamin kelancaran pasokan komoditas di pasar.

 

Selain inflasi yang kian terkendali, performa pertumbuhan ekonomi Bumi Lambung Mangkurat juga menunjukkan catatan impresif. Berdasarkan data makro terbaru, pertumbuhan ekonomi Kalsel saat ini berhasil tumbuh di atas rata-rata nasional.

 

“Pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,61 persen, sementara Kalimantan Selatan mampu mencapai 5,67 persen. Ini menjadi indikator kuat bahwa kondisi perekonomian daerah kita terus bergerak ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

 

Meski demikian, Idris mengingatkan TPID untuk tetap mewaspadai potensi lonjakan harga ke depan, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan. Selain itu, faktor cuaca ekstrem seperti dampak fenomena El Nino di Pulau Jawa juga berisiko mengganggu pasokan pangan daerah.

 

Pada akhir keterangannya, Idris mengimbau agar masyarakat Kalimantan Selatan bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Perubahan perilaku belanja dari konsumtif menjadi produktif dinilai sangat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait