Motoris Kelotok Wisata Banjarmasin Resah, Anak-anak Nekat Naik Kapal di Sungai Martapura

Teks foto :Tangkapan layar, Sejumlah anak-anak berenang mengikuti kapal wisata.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Aktivitas anak-anak berenang di Sungai Martapura mulai dikeluhkan para motoris kelotok wisata di Kota Banjarmasin. Aksi mereka yang nekat mendekati hingga memanjat kapal wisata saat melintas dinilai sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan.

 

Bacaan Lainnya

Keluhan itu disampaikan salah satu motoris kelotok wisata, H. Junaidi. Ia mengaku kejadian tersebut hampir terjadi setiap akhir pekan, terutama saat kapal wisata membawa tamu menyusuri destinasi Kampung Hijau dan Kampung Biru.

 

Menurutnya, anak-anak yang mandi di sungai kerap berenang mendekati kelotok lalu naik ke atas kapal wisata yang sedang berjalan. Selain membuat lantai kapal basah, aksi itu juga mengganggu kenyamanan wisatawan yang tengah menikmati susur sungai.

 

“Anak-anak itu naik ke kapal saat kami membawa tamu jalan-jalan. Kapal jadi basah dan tamu juga merasa terganggu,” ujar H. Junaidi, Senin (11/5/26).

 

Tak hanya soal kenyamanan, para motoris juga mengkhawatirkan faktor keselamatan. Mereka takut anak-anak yang berenang terlalu dekat dengan kapal bisa terkena baling-baling mesin kelotok yang terus berputar saat kapal melaju.

 

“Kami takutnya kalau sampai kena baling-baling roda mesin. Itu sangat berbahaya,” katanya.

 

Para motoris berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, khususnya pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin. Mereka meminta patroli sungai diperketat, terutama pada Sabtu dan Minggu saat aktivitas wisata susur sungai meningkat drastis.

 

“Kami harapkan pengawas Dishub lebih ketat patroli setiap hari Sabtu dan Minggu supaya anak-anak ini tidak lagi mengganggu kapal wisata,” harapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Dishub Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, menyampaikan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Sungai, setiap harinya rutin melaksanakan kegiatan pengawasan di sungai.

 

“Kami melalui petugas patroli sungai terus memberikan teguran kepada anak-anak yang naik ke kapal wisata saat beroperasi. Saat patroli dilakukan,”kata Febpry saat dihubungi melalui sambungan telpon.

 

“Tentu akan kami ingatkan agar mereka tidak lagi melakukan hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun mengganggu wisatawan,” sambungnya.

 

Ia menambahkan, patroli sebenarnya sudah rutin dilakukan, terutama pada akhir pekan ketika aktivitas susur sungai meningkat.

 

“Patroli biasanya sudah ada setiap Sabtu dan Minggu, baik pagi maupun sore hari. Ke depan, pengawasan akan lebih kami fokuskan pada titik-titik yang sering menjadi lokasi anak-anak berenang dan mendekati kapal wisata,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait