BANJARMASIN, Kalselpos.com – Ambulans air milik RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin yang sempat viral di media sosial karena dituding tidak dioperasionalkan, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit.
Kabid Keperawatan dan Kebidanan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, Muhammad Ridhani, menegaskan bahwa ambulans air tersebut tidak mangkrak seperti yang ramai diperbincangkan.
Justru, sepanjang tahun 2025, fasilitas itu telah digunakan dalam sejumlah kegiatan penting, terutama yang berkaitan dengan akses sungai.
“Pada prinsipnya ambulans air ini terlibat di beberapa kegiatan. Rumah Sakit Sultan Suriansyah ini satu-satunya rumah sakit yang memiliki ambulans air dan berada langsung di pinggiran sungai. Jadi keberadaannya memang sangat strategis,” jelas Ridhani, Selasa (3/3/26).
Menurutnya, ambulans air kerap diterjunkan dalam kegiatan besar yang berpotensi menimbulkan kepadatan dan risiko darurat. Salah satunya saat Haul Guru di kawasan Kubah Basirih. Dalam momentum tersebut, akses darat mengalami kepadatan tinggi, sehingga jalur sungai menjadi alternatif tercepat untuk evakuasi pasien.
“Waktu haul di Kubah Basirih, ambulans air menjadi satu-satunya akses tercepat. Dari dermaga langsung menuju area rumah sakit kami,” ungkapnya.
Tak hanya untuk event keagamaan, ambulans air juga digunakan dalam kegiatan bakti sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Beberapa kali, ambulans tersebut mengantar pasien dari wilayah Pulau Bromo hingga Tabunganen yang lebih mudah dijangkau melalui jalur perairan.
“Untuk pelayanan pasien juga pernah. Di Bromo, termasuk kegiatan bakti sosial, ambulans air kami yang digunakan. Karena memang wilayah Kota Banjarmasin ini banyak sungai, jadi lebih praktis lewat air,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





