Bupati Banjar Soroti Budaya Baca dan Optimalisasi Arsip Berbasis Digital

Teks Foto:  Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Banjar, H Ikhwansyah, saat memimpin apel gabungan di Martapura.(ist)(kalselpos.com)

Martapura, Kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menggelar apel gabungan di halaman Kantor Bupati Martapura, Senin (2/3/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Banjar, H Ikhwansyah, dengan petugas apel dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

 

Bacaan Lainnya

Dalam amanatnya, Ikhwansyah menyampaikan pesan tertulis Bupati Banjar yang menitikberatkan pada penguatan literasi masyarakat dan pembenahan tata kelola arsip daerah.

 

Ia menegaskan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diseriusi bersama, terutama dalam meningkatkan minat baca masyarakat, pemerataan standar perpustakaan, serta penataan arsip yang lebih sistematis.

 

“Saat ini terdapat 758 perpustakaan di Kabupaten Banjar. Sebanyak 665 sudah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan dan 45 perpustakaan telah memenuhi Standar Perpustakaan Nasional. Capaian ini patut diapresiasi, namun tentu belum menjadi target akhir,” ucapnya.

 

Di sektor kearsipan, ia menyebutkan capaian Indeks Kearsipan Kabupaten Banjar tahun 2025 berada pada angka 83,30 dengan predikat A atau Memuaskan. Menurutnya, hasil tersebut harus menjadi pemicu untuk terus memperkuat tata kelola arsip yang tertib, terstruktur, serta berbasis digital.

 

Ikhwansyah juga menyoroti pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang kini telah digunakan oleh 1.069 pengguna, meliputi 27 SKPD, 20 kecamatan, 13 kelurahan, serta 30 UPTD Puskesmas. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk terus memperluas dan memaksimalkan penggunaan aplikasi tersebut.

 

“Saya berharap implementasi SRIKANDI tidak hanya sebatas formalitas, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja kita,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program tersebut.

 

Dinas Pendidikan didorong memperkuat budaya literasi di sekolah, sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diharapkan aktif mendorong pengelolaan arsip dan pengembangan literasi hingga ke tingkat desa.

 

Di akhir amanatnya, Ikhwansyah menyampaikan optimisme bahwa berbagai keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, dapat diatasi melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

 

“Dengan komitmen bersama, budaya tertib arsip dan peningkatan minat baca di Kabupaten Banjar akan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait