Pionir Tambang Hijau, PT BIB Operasikan 150 Alat Listrik

Pimpinan PT BIB Beserta Tamu Mitra Berfoto Bersama Peresmian transformasi energi hijau di sektor pertambangan nasional.(kalselpos.com)

Tanah Bumbu, kalselpos.com – PT Borneo Indobara (BIB) resmi memulai transformasi energi hijau di sektor pertambangan nasional. Langkah strategis ini ditandai melalui gelaran Ceremonial Electrification and Green Mining Realization di Office Kusan, Senin (9/2/2026). Momentum ini menjadi tonggak perjalanan perusahaan menuju efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

 

Bacaan Lainnya

Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 PT BIB. Acara ini dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai daerah, mitra industri, hingga perwakilan internasional dari Tiongkok. Sejumlah pemangku kepentingan strategis juga hadir, termasuk Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto. Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Ahmad Syauki turut mengikuti acara secara virtual, didampingi perwakilan BMKG dan para mitra kontraktor.

 

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BIB, Riadi Simka Pinem, menegaskan pentingnya agenda ini. Elektrifikasi alat tambang merupakan bagian dari transformasi jangka panjang untuk mendukung kemandirian energi nasional. Pihaknya telah memamerkan lebih dari 150 unit alat tambang berbasis listrik dan hybrid sejak 7–8 Februari lalu, sebagai tanda dimulainya implementasi masif di seluruh lini operasional.

 

Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu program elektrifikasi tambang terbesar di Indonesia saat ini. Perusahaan menargetkan 25 persen armada beralih ke tenaga listrik pada 2026, lalu meningkat menjadi 75 persen pada 2028. Target akhirnya adalah mencapai Net Zero Emission pada periode 2028–2029. Transformasi ini menjadi strategi korporasi untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah tuntutan global.

 

Untuk menopang transisi tersebut, PT BIB memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui kolaborasi dengan PLN. Saat ini pasokan listrik sebesar 40 MVA telah dimanfaatkan dalam operasional. Angka ini diproyeksikan meningkat hingga 200–240 MVA pada 2028 seiring perluasan armada listrik. Menurut Raden Utoro, kendala pasokan listrik menjadi faktor krusial karena gangguan suplai berdampak langsung pada operasional alat, sehingga sinergi dengan PLN menjadi kunci utama.

 

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menilai transisi menuju truk tambang listrik bukan sekadar simbol transisi energi. Langkah ini merupakan keputusan bisnis yang rasional, efisien, dan visioner. Kebijakan PT BIB juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

 

Selain elektrifikasi armada, PT BIB memperkenalkan inovasi teknologi modifikasi cuaca berbasis drone bekerja sama dengan BMKG. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsono, menyatakan PT BIB berpotensi menjadi perusahaan tambang batu bara pertama yang menerapkan operasi modifikasi cuaca secara sistematis. Inovasi lainnya adalah teknologi Weigh in Motion (WIM) untuk menimbang truk secara presisi tanpa harus berhenti.

 

Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari para mitra kerja. PT Anugrah Energi Kalimantan selaku kontraktor mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen armadanya telah beralih ke tenaga listrik dan terbukti memberikan efisiensi signifikan.

 

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 26 UMKM dari 22 desa lingkar tambang dilibatkan untuk menyediakan konsumsi bagi lebih dari 2.000 undangan.

Perayaan transformasi energi ini kemudian ditutup oleh penampilan hangat dari komedian Stand Up Indonesia, Abdur Arsyad. Melalui program ini, PT BIB menegaskan visinya menuju Sustainable Green Mining – Illuminating the World sebagai pionir pertambangan berkelanjutan di Indonesia.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait