Kasus Influenza H3N2 muncul di Kalsel

Teks Foto []istimewa SUPER FLU - Awal tahun 2026 dibuka dengan kewaspadaan di soal Super Flu. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi telah terdeteksinya influenza A H3N2 subclade K, yang disebut sebagai Super Flu, di Indonesia.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Fraksi PKS, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, meminta masyarakat tetap tenang namun waspada menyikapi beredarnya informasi mengenai “virus H3N2 super flu” di Banua.

Bacaan Lainnya

 

Dia menjelaskan, virus yang dimaksud merupakan Influenza A (H3N2) subclade K, yaitu varian influenza musiman yang sudah lama dikenal dalam dunia medis.

 

“Pemerintah menegaskan ini bukan virus baru yang berbahaya seperti COVID-19. Istilah super flu lebih merupakan sebutan media,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

 

Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus influenza H3N2 di Indonesia hingga akhir Desember 2025 tercatat puluhan kasus, dengan Kalimantan Selatan termasuk provinsi dengan angka relatif lebih tinggi. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa virus tersebut lebih mematikan dibanding flu musiman biasa.

 

Gejala yang ditimbulkan umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan. Pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, risiko komplikasi tetap perlu diwaspadai.

Habib Umar mengapresiasi kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan yang memastikan layanan kesehatan tetap siaga dan terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza, khususnya bagi kelompok rentan.

 

“Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait