Paringin, kalselpos.com–
Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Balangan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk membahas strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat untuk membahas strategi optimalisasi pajak daerah serta peningkatan pendapatan asli daerah,” kata Kepala BPKAD Balangan Fakhrianto belum lama tadi.
Menurut Fakhrianto sejumlah sektor pajak di Balangan masih memiliki potensi yang besar untuk digarap, seperti pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak air tanah dan pajak lingkungan hidup yang mekanismenya masih perlu disempurnakan.
Fakhrianto juga menyoroti retribusi pasar yang sering disalahpahami oleh para pedagang, karena banyak yang mengira iuran tempat termasuk retribusi resmi padahal tidak selalu demikian.
Oleh karena itu Fakhrianto menekankan pentingnya transparansi nilai transaksi jual beli terutama untuk pajak kendaraan dan properti, karena banyak transaksi dengan nilai jual di bawah harga sebenarnya dan berpotensi menurunkan PAD.
“Solusinya kita menyiapkan penerapan nilai zonasi tanah (NJOP) agar pajak dihitung berdasarkan standar wilayah bukan harga jual di akta, dengan harapan PAD bisa lebih optimal,” ujarnya.
Diketahui pada forum tersebut BPKAD Balangan tahun ini akan meluncurkan sebuah aplikasi Sistem Informasi Layanan Pajak Daerah (SILAJAK), guna memudahkan masyarakat untuk taat pajak dengan aplikasi tersebut.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





