-
- PLN UID Kalselteng siagakan 12 posko dan 350 personel untuk amankan pasokan listrik berlapis di Haul ke-20 Guru Sekumpul. Simak selengkapnya
Banjarbaru, kalselpos.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UID Kalselteng) menyiagakan 12 posko serta 350 personel. Langkah ini diambil guna mendukung keandalan listrik selama pelaksanaan Haul ke-20 KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani atau Abah Guru Sekumpul.
General Manager PLN UID Kalselteng, Ahmad Syauki, menjelaskan bahwa haul ini masuk dalam kategori agenda besar berskala nasional. Jutaan jemaah diprediksi akan memadati satu titik pusat acara di Martapura, Kalimantan Selatan.
“Kebetulan periode siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) PLN masih berlangsung hingga 8 Januari. Artinya, pelaksanaan haul ini kami masih dalam mode siaga. Namun khusus kali ini, kami lakukan pengamanan secara berlapis,” ujar Ahmad Syauki di Banjarbaru.
Antisipasi Lonjakan Beban Listrik
Pihak PLN memprediksi kebutuhan listrik di lokasi haul akan meningkat signifikan. Oleh karena itu, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan sejak dini untuk mengantisipasi lonjakan daya tersebut.
PLN menurunkan enam unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total daya 324 kVA untuk menyokong pusat kegiatan. Selain itu, disiagakan pula 14 Unit Gardu Bergerak (UGB) dan 1 unit Crane Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
“Kami juga menyiapkan 22 unit kendaraan operasional, baik roda dua maupun roda empat, untuk mempercepat pergerakan petugas di lapangan,” beber Ahmad Syauki.
Pantauan Digital Lewat DCC Mobile
Sebagai langkah pengamanan tambahan, PLN UID Kalselteng menerjunkan Distribution Control Centre (DCC) Mobile. Fasilitas ini berfungsi untuk memantau langsung trafik penggunaan listrik selama acara berlangsung.
Petugas akan memantau secara konsisten 160 Gardu Distribusi dan 8 penyulang yang menjadi penyuplai utama ke lokasi kegiatan. PLN berkomitmen untuk tampil habis-habisan (all out) demi kelancaran momen sakral ini.
“Haul Guru Sekumpul ini merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Jutaan manusia akan hadir di Martapura untuk mengikuti rangkaian acara,” tambahnya.
Imbauan Keamanan Penggunaan Listrik
Ahmad Syauki juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat serta panitia haul terkait aspek keselamatan ketenagalistrikan. Jika kapasitas listrik di posko dirasa kurang, warga diminta segera melapor ke PLN untuk penambahan daya resmi.
“Jangan mencantol atau melakukan bypass listrik secara langsung. Tindakan ilegal itu sangat berbahaya. Jika terjadi kelebihan beban (overload), hal itu dapat memicu pemadaman meluas yang merugikan banyak orang,” tegasnya.
Melalui persiapan yang matang ini, PLN UID Kalselteng berharap dapat mengawal pasokan listrik tetap andal tanpa kedip. Hal ini dilakukan demi menjaga kekhidmatan dan kenyamanan seluruh jemaah yang berhadir.




