KPK Ungkap 6 Juta Paket Bansos Presiden yang Diduga Dikorupsi

Teks foto: Ilustrasi - Paket Bantuan Sosial. (foto: ist/net) (kalselpos.com)

Jakarta, kalselpos.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sebanyak enam juta paket bansos Presiden saat penanganan Covid-19 yang diduga dikorupsi. Bansos tersebut untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada tahun 2020.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Tessa Mahardika dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/7/24) dari berbagai sumber.

Bacaan Lainnya

Disebutkan Tessa terdapat tiga tahap pengadaan Bansos Presiden yang diduga dikorupsi yakni, tahap 3, 5, dan 6.

“Itu kurang lebih sekitar dua juta paket. Jadi, kalau tiga tahap itu, dikalikan dua juta sekitar enam juta, ya, enam juta paket,” terangnya.

Namun, Tessa belum menjelaskan apakah 6 juta paket bansos itu seluruhnya dikorupsi karena persoalan tersebut masih didalami tim penyidik.

“Itu masih kita dalami, karena masuk materi penyidikan, jadi, belum bisa (jawab), ya,” ujar dia.

Adapun nilai kontrak pengadaan Bansos Presiden itu mencapai Rp900 miliar. Angka tersebut merupakan biaya dari pengadaan tahap 3, 5, dan 6.

“Untuk nilai kontraknya sendiri totalnya sekitar Rp 900 miliar untuk tiga tahap ya, sekitar segitu,” kata Tessa.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan satu orang tersangka yakni, Ivo Wongkaren. KPK menduga, kasus korupsi bansos presiden ini merugikan kerugian negara mencapai Rp250 miliar.

Tessa mengungkapkan, dalam kasus ini pelaku diduga menggunakan modus pengurangan kualitas komponen bansos untuk meraup keuntungan pribadi.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait