Residivis kasus Pencabulan terhadap Anak kembali Perkosa Nenek 54 Tahun

Teks foto []istimewa PERLIHATKAN BUKTI - Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto saat perlihatkan barang bukti hasil kejahatan tindak pidana kekerasan seksual (kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Kepolisian Resort Tapin berhasil mengungkap kasus tindak pidana yang terjadi wilayah hukum dalam beberapa pekan terakhir ini.

Setidaknya, sebanyak 10 perkara tindak pidana beserta pelakunya, saat ini sudah menjalani proses hukum lebih lanjut

Bacaan Lainnya

Dari 10 perkara ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Tapin, dua perkara kasus senjata tajam (sajam) sebagaimana diatur dalam undang-undang darurat, dan delapan perkara lainnya adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau pemerkosaan.

Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto menjelaskan, jika kasus tindak pidana kekerasan seksual atau pemerkosaan yang viral di masyarakat, adalah yang dilakukan seorang pemuda terhadap seorang nenek berusia 54 tahun di Kecamatan Tapin Tengah, pada 24 Mei 2024 lalu.

“Seorang pemuda berinisial N (29) diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap seorang nenek berusia 54 tahun di wilayah Kecamatan Tapin Tengah, ” ungkapnya dalam keterangan pers di Rantau.

Dijelaskan, aksi yang dilakukan pelaku N (29), yakni dengan berpura-pura meminjam korek api kepada korban kemudian mengikuti korban masuk ke dalam rumah.

Setibanya di dalam rumah, pelaku lantas menyekap tubuh  korban dan leher serta membawanya secara paksa ke tempat tidur untuk selanjutnya melakukan pemerkosaan.

“Jadi motif pelaku melakukan pemerkosaan adanya nafsu spontan, melihat korban yang sedang menjemur baju di halaman rumah dengan pakaian daster,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono menambahkan, pelaku tindak pidana kekerasan seksual atau pemerkosaan adalah residivis dalam perkara tindak pidana persetubuhan pencabulan anak di bawah umur, yang terjadi pada tahun 2017 dan vonis selama 14 tahun.

“Pelaku N adalah redivis kasus yang sama, dan baru keluar dari LP pada bulan Mei 2024 dengan status bebas bersyarat, kembali melakukan tindak pidana kekerasan seksual pada tanggal 28 Mei 2024,” tambahnya.

Namun pihak baru berhasil menangkap pelaku N, pada 1 Juni 2024 di wilayah Kabupaten Tapin yakni di Kecamatan Binuang.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait