Majlis Ta’lim Raudhatul Muhibbin Terapkan Metode Ummi Dewasa Tuntaskan Buta Aksara Al-Qur’an

Teks foto:  Penerapan Metode Ummi Dewasa di pengajian Majelis Taklim Raudhatul Muhibbin oleh Ustadz Muhammad Nur Zain. (ist)(kalselpos.com)

Amuntai, Kalselpos.com – Perwakilan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada ajang lomba Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2024 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, menorehkan prestasi yang membanggakan. Dari tujuh orang perwakilan Kabupaten HSU, lima berhasil borong juara pertama tingkat provinsi dan mewakili Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalsel ke PAI Award 2024 ke tingkat Nasional.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu yang menjadi juara, ialah Ustadz Muhammad Nur Zain, S.Pd untuk kategori Peningkatan Literasi Al Qur’an.

 

Muhammad Nur Zain, merupakan pengasuh di Majlis Ta’lim Raudhatul Muhibbin, Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU. Menjadi seorang penyuluh non-ASN, Zain berkiprah untuk bisa mengentaskan buta aksara Al-Qur’an, di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalsel. Ia menyiapkan secara khusus jadwal untuk mengajari baca Al-Qur’an.

 

Pembelajaran baca Al-Qur’an dilakukan menggunakan Metode Ummi Dewasa dengan menyasar jamaah ibu-ibu pengajian di Majelis Taklim Raudhatul Muhibbin. Penerapan program yang ia miliki sangat cocok dengan program Kementerian Agama (Kemenag) dan penyuluh agama untuk pemberantasan buta Aksara Al-Quran, sehingga sangat cocok dengan kategori lomba PAI Award peningkatan literasi Al-Qur’an.

 

Saat dikonfirmasi, Zain menceritakan, memasuki tahun ke enam. Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi Dewasa telah berhasil mengentaskan buta aksara Al-Qur’an bagi warga di Desa Teluk dan sekitarnya, bahkan mencapai puluhan ibu-ibu. Ia yang juga kepala TPA Raudhatul Muhibbin ini melaksanakan Pendidikan Al Qur’an bagi anak-anak di Desa Teluk Daun dan sekitarnya yang memiliki santri hampir 200 anak, termasuk terbesar di Kecamatan Amuntai Utara.

 

“Majlis Ta’lim Raudhatul Muhibbin didirikan oleh Almarhum KH. Jailani HZ yang berdiri sejak tahun 1982. Kegiatan rutin berisi tentang Pengajian Agama Islam yang bertempat di rumah beliau sendiri. Sekarang Majlis Ta’lim Raudhatul Muhibbin sudah mempunyai bangunan sendiri, dijalankan oleh saya sebagai menantu beliau dan dibantu oleh H. Khairiannor, S.Ag, S.Pd sebagai Pembina Yayasan,” ceritanya, Kamis (06/06/2024).

 

Metode pembelajaran Ummi yang bertujuan meningkatkan potensi baca Al-Qur’an tersebut memakai tujuh tahapan. “Pembukaan dengan membaca doa bersama-sama, Apersepsi atau Murojaah atau mengulang kembali pembelajaran sebelumnya untuk dikaitkan ke materi yang akan dipelajari, penanaman konsep, pemahaman, keterampilan atau latihan, evaluasi, dan terakhir penutup dengan doa bersama-sama,” terangnya.

 

Menurut guru PAI non-PNS di Kecamatan Amuntai Utara ini, ada beberapa jadwal rutin MT Raudhatul Muhibbin, malam Selasa jadwal pengajian rutin, malam Jum’at Amaliah sholat Hadiah Burdah dan Tahlil, malam Sabtu ba’da Maghrib pengajian agama dan ba’da Isya Tahsin Ummi Dewasa untuk ibu-ibu, malam Ahad Amaliah Ratib Al Attas dan pengajian rutin, setiap Ahad pagi Tahsin Reguler untuk calon guru pengajar Al-Quran. Kamis, Jum’at dan Sabtu sebelum Ashar dan Ba’da Ashar Kegiatan Rutin TPA Raudhatul Muhibbin.

 

Disamping itu, Ustadz Muhammad Nor Zain yang juga Ketua Koordinator Daerah (Korda) Ummi Amuntai HSU yang membina lebih dari 19 lembaga Pengguna Ummi Formal KB/TK (PAUD) IUNS Banjang dan PAUD ASSALAM dan TKIT Al Busyra Halong Balangan SDI IUNS dan MI Integral Banjang serta SDIT Al Busyra Halong Balangan , SMPI IUNS Banjang, SMPN 1 Danau Panggang dan MTs Al Biruni Kambang Kuning, SMAI IUNS Banjang.

 

“Saya berharap, pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten HSU, baik formal atau non formal dapat berjalan sebaik-baiknya penuh dengan keberkahan,” harapnya.

 

Perlu diketahui, lima orang PAI HSU yang meraih juara pertama, masing-masing, Muhammad Nur Zain untuk kategori Peningkatan Literasi Al Qur’an, Ahmad Sayuti Jaidi untuk kategori Pendampingan Kelompok Rentan, Isnain untuk kategori Penegakan Hukum, Akhmad Fauzan untuk kategori Pelestarian Lingkungan, dan Mahmudah untuk kategori Kesehatan Masyarakat. Sementara, dua PAI lainnya yang masing-masing meraih juara kedua, Sri Hartati untuk kategori Penguatan Moderasi Beragama dan Malik Marwan untuk Kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

 

Dari hasil yang membanggakan tersebut, lima orang PAI HSU berhak menjadi perwakilan Provinsi Kalsel berlaga di ajang PAI Awards Tingkat Nasional tahun 2024, yang akan digelar, Bulan Juli mendatang di Jakarta.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait