Buntok, kalselpos.com –
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melaksanakan rembuk stunting tahun 2024 bertempat di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Jumat (19/04).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bappedalitbang Kalteng, anggota DPRD dan Forkopimda Barsel, Camat se-Barsel serta beberapa Kepala Desa masing-masing kecamatan.
Pj Bupati Barsel H. Deddy Winarwan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah (Setda) Barsel Yoga Prasetyanto Utomo, atas nama pribadi dan Pemkab Barsel menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya rembuk stunting tahun 2024 tahun.
“Ini merupakan tahun ke-5 dilaksanakannya rembuk stunting untuk mengupayakan solusi terbaik dalam mencegah dan menangani stunting,” katanya.
Deddy mengharapkan kegiatan ini mampu menguatkan komitmen seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting bersama-sama serta dalam merealisasikan program yang telah dirancang.
“Sebagaimana kita ketahui bersama masalah stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional mengacu pada keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas no.kep. 10/M.PPN/HK/02/2021 tanggal 25 Februari 2021, Kabupaten Barito Selatan termasuk salah satu dari 360 kabupaten/kota sasaran intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2021,” jelasnya.
Pemkab Barsel lanjutnya, mempunyai target penurunan prevalensi stunting hingga 17,88% pada tahun 2024. Dengan demikian tingkat prevalensi masih tinggi dan harus diatasi bersama-sama secara sinergis antara berbagai pihak.
“Artinya kita harus menurunkan sebesar 17,4% dalam 2,5 tahun ke depan. Kondisi tersebut ditambah dengan permasalahan akan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan yang dapat berdampak serius pada perkembangan janin. Sebagaimana kita ketahui bersama 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang sensitif bagi kehidupan seorang anak sebab dampak dari pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus atas pemenuhan gizi anak utamanya pada periode ini,” paparnya.
Sejalan dengan tema rembuk stunting Sinergi Atasi Stunting dengan Pendekatan Keluarga Menuju Generasi Sehat dan Cerdas, Deddy menyebutkan dua komponen penting yang wajib berjalan beriringan untuk dapat mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barsel.
“Pertama komitmen multi pihak dalam bekerjasama dan bermitra untuk dapat saling mendukung intervensi penurunan stunting secara holistik integratif tematik dan spesial serta memiliki keteraturan target yang jelas. Kedua, peran keluarga yang sangat penting dalam mencegah stunting pada setiap fase kehidupan mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, nikah, hamil dan seterusnya,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





