‘Korban Begal’ ternyata Bohongan. Duit habis digunakan Judi Online

Teks foto []istimewa PIMPIN KLARIFIKASI - Kapolres Tabalong, AKBP Anib Bastian saat memimpin konferensi pers, Kamis (14/03/2024) pagi, dengan di dampingi Ahmad Jaini, aparat desa Kupang Nunding yang mengklarifikasi berita bohong korban begal.

Kapolres Tabalong, AKBP Anib Bastian SIK MH, Kamis (14/03/2024) pagi, memimpin pelaksanaan konferensi pers terkait ‘korban Begal’ yang terjadi Desa Kupang Nunding, Kecamatan Muara Uya.

 

Bacaan Lainnya

TANJUNG, Kalselpos.com

Saat itu Kapolres di dampingi Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Joko Sutrisno serta Kapolsek Muara Uya, Iptu Ahmad Misno.

 

Kegiatan konferensi pers yang dilaksanakan di sebuah workshop di Gunung Batu, Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak tersebut, dilaksanakan guna mengklarifikasi berita, seorang pria yang mengaku menjadi korban pencurian dengan kekerasan alias begal.

 

Pria bernama Ahmad Jaini yang kesehariannya sebagai aparat desa Kupang Nunding, Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong tersebut, memberikan klarifikasi dan permintaan maafnya sehubungan dengan keterangan dan kesaksian yang sudah diberikan kepada pihak Kepolisian dan warga masyarakat, di mana pada Senin tanggal 11 maret 2024 sore, mengaku telah mengalami tindakan perampokan atau pembegalan di Jalan Kayu Bawang Dalam RT 7 Desa Kupang Nunding, Kecamatan Muara Uya, sepulang mengambil uang sebesar Rp14 jua dari ATM di Wirang.

 

Jaini mengklarifikasi, keterangan tersebut tidak benar, yang sebenarnya adalah tidak ada perampokan, tetapi uang milik kakaknya tersebut, dia setorkan dan digunakan untuk bermain judi online, dan luka tusuk diperut adalah rekayasanya sendiri yaitu dilukai menggunakan gunting.

 

Jaini melakukan itu semua hanya untuk mengelabui saja, karena takut diketahui sudah menggunakan uang yang bukan miliknya sendiri dan digunakan untuk hal yang tidak baik yaitu permainan judi online.

 

Ahmad Jaini mengaku sangat menyesal sudah melakukan hal tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi kembali, serta memohon maaf kepada semua warga masyarakat Tabalong dan Polri, karena sudah membuat kegaduhan dan sangat meresahkan.

 

Kasus ini tidak dilanjutkan dan pihak keluarga yaitu kakak korban memahami dan mengikhlaskan uang tersebut.

 

“Jadi untuk masyarakat Tabalong tidak perlu takut, sekarang sudah jelas permasalahannya. Tabalong masih aman dan kondusif,” ungkap AKBP Anib.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait