Satpol PP Batola Beri Teguran I para PKL Handil Bakti

Teks foto Satpol-PP Batola menertibkan PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan kawasan Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak, Selasa sore (27/02/2024). (ibrahim)

Marabahan, kalselpos.com-Bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan pihak Polsek Kecamatan Alalak, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menertibkan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan kawasan Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak, Selasa sore (27/02/2024).

Dipimpin Sekretaris Satpol-PP Batola yang juga Plt Kabid PPHD, Hj Sri Wahidah beserta jajaran dan di-backup para anggota Satpol-PP yang bertugas di wilayah Kecamatan Alalak, aksi penertiban dilakukan selama dua kali.

Bacaan Lainnya

Didampingi perwakilan pedagang H Sugian Noor, penertiban pertama pagi hari dilakukan sejak 09.00 – 13.30 Wita dengan melaksanakan pengawasan terhadap pedagang yang menggelar kegiatan di lokasi yang tidak seharusnya seperti berjualan di pinggir sungai tanah milik pemerintah, tidak memiliki izin, dan melanggar garis sepadan atau lainnya.

 

Dari kegiatan, petugas menyampaikan surat pernyataan dan surat teguran pertama (I) terhadap 10 pelanggar dengan batas waktu 10 hari untuk membongkar atau menggeser lokasi dagangan. Teguran akan dilakukan selama tiga kali dan jika tetap tidak mengindahkan maka akan diambil tindakan tegas.

Usai menggelar kegiatan pertama, sore harinya sekitar pukul 15.30 Wita petugas gabungan kembali bergerak memantau kegiatan pedagang dengan menyisir lokasi sejak perempatan Handil Bakti hingga Jembatan Sungai Alalak I.

Berdasarkan hasil pemantauan ditemukan sejumlah pelanggaran di lapangan. Sekretaris Satpol-PP Batola Hj Sri Wahidah mengimbau para pedagang untuk tidak melanggar segala ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Para PKL disarankan agar menggelar dagangan dari pukul 17.00 Wita ke atas, menjaga kebersihan, tidak membuang sampah di sekitar lokasi dagangan, selalu membawa identitas diri, dan lainnya.

Sedangkan bagi yang berjualan di atas mobil diminta untuk merapikan parkir supaya tidak menghambat arus lalu lintas dan pengguna jalan lainnya.
Penertiban yang dilakukan ternyata tidak serta merta diamini pedagang. Mereka bahkan mensomasi agar melonggarkan waktu operasi dan lokasi gelaran. Namun perdebatan mendapat penengahan dari perwakilan pedagang H Sugian Noor.

H Sugian Noor yang merupakan tokoh masyarakat Handil Bakti mengimbau para PKL untuk menghormati ketentuan pemerintah kendati juga mengharapkan diberikan kelonggaran waktu operasi seperti pada hari Jumat yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita dan diperbolehkan bermalam untuk malam Sabtu dan malam Minggu.

Menanggapi itu, Sekretaris Satpol-PP Batola Hj Sri Wahidah dan Kasi Lidik Bidang PPHD Satpol PP Batola Lisa Hadiyati menyatakan, tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Ia menyarankan agar usulan dibahas di tingkat pimpinan.

“Jika ini merupakan usulan, sebaiknya bisa dirapatkan kembali di level pimpinan,” timpal Lisa Hadiyati sembari menyarankan, dalam rapat agar melibatkan sejumlah pedagang supaya juga mengetahui pembicaraan secara langsung.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait