Kejati Kalsel tahan Karyawan Bank yang Muluskan Kredit ‘Topengan’ hingga Rugikan Negara Rp6,5 M

Teks foto : [[istimewa DITAHAN - Jaksa penyidik Kejati Kalsel, resmi menahan tersangka HPH, karyawan marketing kredit pada salah satu Bank pemerintah yang diduga melakukan penyimpangan kredit miliaran rupiah, Selasa (27/2/2024) kemarin.

Banjarmasin, kalselpos.com – Jaksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, Selasa (27/2/2024) kemarin, resmi menahan tersangka HPH, karyawan marketing kredit pada salah satu Bank pemerintah yang diduga melakukan penyimpangan kredit miliaran rupiah.

Sebelum ditahan, HPH lebih dulu diperiksa oleh tim penyidik, sesuai perkaranya berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Nomor: PRINT-120/O.3/Fd.2/02/2024 tanggal 1 Februari 2024.

Bacaan Lainnya

“HPH setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka maka selanjutnya dilakukan tindakan penahanan” sebut Kasi Penkum Kejati Kalsel, Yuni Priyono SH MH dalam rilisnya hari ini.

Tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Kalimantan Selatan Nomor : PRINT-228/O.3.5/Fd.2/02/2024 tanggal 27 Februari 2024, untuk 20 hari ke depan, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banjarmasin, dari tanggal 27 Februari 2024 s/d 17 Maret 2024.

Adapun modus atau cara penyimpangan yang dilakukan HPH selaku marketing kredit di unit Bank salah satu milik pemerintah itu dengan cara yaitu HPH selaku marketing kredit mendapatkan calon debitur dengan mengupayakan pemenuhan persyaratan kredit melalui calo, baik dalam pemenuhan surat keterangan domisili, Surat Keterangan Usaha, foto KTP, Surat Kepemilikan Agunan, tanpa memverifikasi secara langsung kepada debitur.

Untuk foto KTP dari hasil keterangan HPH yang didapat kemudian diganti dengan foto debitur lain. Setelah proses persyaratan kredit terpenuhi kemudian dilakukan penginputan ke sistem brispot yang akan diverifikasi oleh kepala unit.

Setelah diyakini persyaratan sudah lengkap maka pinjaman debitur akan cair. Dana pinjaman debitur kemudian digunakan sebagian dan atau seluruhnya oleh HPH.

Bahwa buku Tabungan dan kartu ATM di pegang oleh pelaku kredit topengan atau calo atau ihak eksternal untuk beberapa hari kemudian akan menyerahkan buku tabungan dan kartu ATM debitur ke tersangka untuk digunakan sebagai dana talangan atau ombokan pembayaran
angsuran pinjaman debitur yang sudah terealisasi.

Atas bantuan dari petugas bank dimaksud
pelaku kredit topenga memberikan imbalan/ucapan terimakasih berupa uang kepada tersangka dikisaran Rp 500.000,00 sampai dengan Rp 48.000.000,00.

Akibat dari perbuatan melawan hukum atau froud yang dilakukan oleh tersangka terdapat potensi kerugian negara kurang lebih senilai Rp6.592.723.270.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait