6 Prioritas Pembangunan Barsel pada 2025

Teks foto: Sekda Barito Selatan Eddy Purwanto saat membuka acara forum konsultasi publik rancangan awal RKPD di Buntok, Senin (5/2). (Foto: Ist/Ant)(kalselpos.com)

Buntok,kalselpos.com
Tahun 2025 mendatang berdasarkan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, ada sebanyak enam prioritas pembangunan.

“Hal tersebut sesuai dengan tema pembangunan dan dinamika yang ada di masyarakat,” kata
Sekda Kabupaten Barsel, Eddy Purwanto mewakili Pj Bupati Barsel, Deddy Winarwan saat membuka forum konsultasi publik rancangan awal RKPD 2025, di Buntok, Senin (5/2/2024).

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, untuk prioritas pertama, yakni memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan mencerminkan kebutuhan aspirasi serta peran yang setara antara pria dan wanita.

Untuk prioritas pembangunan kedua, yakni peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan peningkatan penataan ruang terbuka hijau dalam perencanaan kota.

Ketiga, memajukan sektor UMKM, sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan memberikan dukungan keuangan, akses pasar, dan pelatihan yang diperlukan.

Keempat, melibatkan masyarakat dalam pemetaan kemiskinan dan stunting ditingkat lokal untuk memahami masalah serta tantangan yang sedang dihadapi.

Untuk prioritas pembangunan kelima, yakni mendorong inovasi dan penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi diberbagai sektor ekonomi yang dapat membuka peluang baru untuk pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

“Prioritas pembangunan keenam pada tahun 2025 mendatang yakni proses perencanaan yang transparan, partisipatif dan berkelanjutan,” terang Eddy.

Sedangkan untuk tema pembangunan Barsel tahun 2025 lanjut dia, yakni pertumbuhan ekonomi yang berkualitas untuk pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan dan membuka kesempatan kerja yang luas.

Oleh karena itu, konteks pendekatan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tersebut, senantiasa berbasis dengan pendekatan holistik, tematik, integratif, dan spasial.

“Ini mengisyaratkan bahwa pencapaian prioritas pembangunan di Kabupaten Barsel memerlukan adanya koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan,” bebernya.

Menurut dia, semua itu dalam upaya sinkronisasi, sinergitas dan harmonisasi antar sektor dan antar pemangku kepentingan dalam proses pelaksanaan pembangunan guna melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu harus dimulai dari proses penyusunan dokumen perencanaan yang mencakup harmonisasi, sinergitas, dan sinkronisasi antara dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang, menengah, tahunan serta antar tingkat pemerintahan.

“Sedangkan dalam konteks kebijakan anggaran belanjanya berdasarkan pada money follows program dengan cara memastikan hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan dan bukan sekedar karena tugas, dan fungsi perangkat daerah,” kata Eddy Purwanto.

Acara forum konsultasi publik rancangan awal RKPD yang berlangsung di aula Bappeda Barsel, dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan dari unsur perguruan tinggi di wilayah setempat.

Pada kegiatan itu juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama oleh semua elemen yang hadir terkait hasil pembahasan dalam forum konsultasi publik tersebut.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait