Banjarmasin, kalselpos.com – Sikapi kebocoran pipa distribusi trasfer HDPE diameter 800 mm, perlu dilakukan pengecekan, baik penyebab maupun kualitasnya serta umur pipanya.
Masyarakat perlu mengetahuinya, karena ini amanah undang undang keterbukaan informasi publik. Semua itu juga dilihat dari undang undang konsumen mautum aturan lainnya.
“Sejauh ini cukup mengherankan, pihak managemen PT Air Minum (PT AM) Bandarmasih, tidak menjelaskan berapa lama waktu yang diperlukan selama maintenance perbaikan pipa jebol tersebut,” ungkap pemerhati kebijakan publik, Dr H Ahmad Murjani, M.Kes SH MH, kepada kalselpos.com, Kamis (2/3/23) petang.
Segala sesuatu masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi itu, tegasnya.
Ia menambahkan, dalam situasi seperti ini, yang perlu dilakukan managemen PT AM adalah, pendistribusian air dengan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan mendesak, minimal bagi masyarakat terdampak langsung atau kran di titik mana bisa diperbolehkan masyarakat bisa mengambil airnya.
“Pelanggan harus ditenangkan dulu dari kecemasan sulitnya air, selama pekerjaan perbaikan berlangsung. Artinya kebutuhan air bisa teratasi untuk jangka pendek, “harapnya
Menurut Murjani, problem kebocoran pipa saat ini tetap dilakukan audit secara teknis. Misalnya saja apakah pipa bocor itu telah memenuhi standart yang direkomendasikan, baik dari segi kualitas, garansi, maupun jaminan kekuatan waktu pemakaian, karena histori bisa dilihat dari kontrak kontraktor pemenang lelang pekerjaan pemasangan pipa tersebut.
Di samping itu, juga terkait kepuasan pelayanan kepada pelanggan, tentu PT AM karena sudah BLUD, maka seyogyanya memberikan kompensasi berupa keringanan tagihan, misalnya
konversi ke pembayaran tagihan bulanan ke bulan depan. Artinya jangan ambil sisi profit keuntungan saja, sementara ratusan ribu pelanggan merugi, jelasnya.
“Misal kebijakan pengurangan tagihan bagi yang terdampak, kan semua pelanggan akhirnya beli mandiri mengeluarkan uang untuk dapat air dimaksud, ” sebut pria pengajar di perguruan tinggi swasta ini.
Saat ini harapan pelanggan pekerjaan perbaikan cepat teratasi, mudah
– mudahan manajemen PT AM sudah punya master plan titik – titik mana yang rawan kebocoran atau pipa yang sudah lama, sehingga bisa diantisifasi sebelum terjadi masalah seperti sekarang ini untuk dijadikan pembelajaran ke depannya, demikian
Ahmad Murjani.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





