Bupati Kotim Ingatkan Pengembang Perumahan Siapkan Pengelolaan Sampah

Bupati Halikinnor saat bergotong royong bersama warga Kecamatan Baamang, belum lama ini. (Foto: Istimewa)Ruslan AG(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan perusahaan pengembang perumahan di daerah itu menyiapkan pengelolaan sampah. Hal ini untuk mencegah munculnya masalah pengelolaan sampah di kemudian hari.

Halikinnor menjelaskan, masalah sampah masih menjadi momok dan sering dikeluhkan masyarakat. Untuk itu bagi pembangunan perumahan baru diharapkan sudah mempersiapkan pengelolaan sampahnya.

Bacaan Lainnya

“Itu akan kita tegaskan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan perizinan. Pengembang perumahan harus menyiapkan tempat pembuangan sampah. Jangan sampai nanti itu menjadi masalah. Kalau sudah disiapkan dari awal, kan lebih mudah untuk pengangkutannya,” ujar Halikinnor di Sampit, Sabtu (27/8/2022).

Saat ini jumlah depo sampah yang ada di Kota Sampit ada sebanyak 8 unit, 4 dengan ukuran besar dan 4 kecil. Sementara jumlah produksi sampah per hari di Kota Sampit mencapai 100 ton per hari.

Masyarakat juga diimbau membantu dalam menangani masalah sampah. Partisipasi warga bisa diwujudkan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan sehingga akan memudahkan petugas dalam mengangkut sampah.

Fakta di lapangan, masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan atau lahan kosong. Padahal itu akan menyulitkan petugas kebersihan untuk memungut dan mengangkut sampah untuk dibawa ke depo sampah.

“Jika membuang sampah ke depo sampah juga jangan asal lempar. Pastikan dibuang benar-benar ke dalam depo sehingga sampah tidak berserakan. Peran warga juga sangat penting dalam penanganan masalah sampah,” ujar Halikinnor.

Keberadaan tempat pembuangan sampah di kawasan permukiman seperti di perumahan, diharapkan bisa membantu mengurai masalah persampahan. Nantinya warga bisa membuang sampah di tempat pembuangan yang sudah disiapkan pihak pengembang, selanjutnya petugas akan mengangkutnya ke depo sampah terdekat.

Menurut Halikinnor, penanganan sampah memang memerlukan perhatian serius. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah karena dihadapkan pada keterbatasan armada dan personel, sementara volume sampah setiap harinya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, salah satunya ditandai terus bertambahnya perumahan.

Pemerintah Kabupaten Kotim juga berencana menambah armada, yaitu truk pengangkut dan alat berat untuk memuat sampah untuk menangani permasalahan sampah di Sampit yang masih sering dikeluhkan masyarakat.

“Mudah-mudahan keuangan kita memungkinkan di APBD Perubahan nanti kita akan pengadaan loader (alat berat pengangkat material), minimal satu di Kecamatan Ketapang dan satu di Baamang karena efektivitas dengan alat itu untuk membuat sampah lebih cepat dan lebih maksimal diangkut,” pungkas Halikinnor.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait