Petani sawit Kecewa kerjasama BUMDes dengan PT ABS tanpa Koordinasi

[]istimewa BUAT KECEWA - Perjanjian kerjasama antar BUMDes Kolam Kanan dengan PT ABS, bertempat di Kantor Kejari Batola, yang tetap membuat kecewa Ketua Gapoktan Tani Mulyo. Ibrahim(kalselpos.com)

Marabahan,kalselpos.com -Polemik perkebunan plasma kelapa sawit antara petani plasma dengan pihak KUD Jaya Utama yang bermitra dengan perusahaan perkebunan PT Agri Bumi Sentosa (ABS), hingga kini terus berlanjut.

Padahal, ‘konflik’ yang terjadi di Desa Kolam Kanan, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola) tersebut, sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu.

Bacaan Lainnya

 

Apalagi, polemik sendiri sudah berujung dengan pelaporan ke Kejaksaan Negeri Batola oleh pihak kelompok tani terhadap KUD Jaya Utama dan PT ABS, menyusul tidak adanya kejelasan hasil dari lahan petani yang diikutsertakan pada perkebunan plasma sawit selama 12 tahun lalu itu.

Tapi, di pihak lain, Pemdes Kolam Kanan, Kecamatan Wanaraya, Kamis ( 13/1/22) kemarin, justru menjalin kerjasama operasional dengan PT ABS, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batola, di Marabahan.

Adanya perjanjian kerjasama operasional antara BUMDes ‘Adil Sejahtera’ Desa Kolam Kanan sendiri, dihadiri pihak PT ABS, pihak KUD Jaya Utama dan Kades Kolam Kanan, Endang Sudrajat.

Menurut sang kades, adanya kerjasama operasional melalui BUMDes dengan PT ABS merupakan investasi yang menguntungkan bagi semua.

” Jika hanya mengadalkan Dana Desa tidak akan jadi apa-apa.
Dan sekarang, jelas ada investasi dari PT ABS, jadi kenapa kita harus tutup mata” kata Endang Sudrajat.

 

Sementara, Haris Prasetyo, Area Manager Legal PT ABS menyatakan, meski sejumlah poin pekerjaan dilakukan BUMDes, namun KUD Jaya Utama selaku partner PT ABS, tetap menjalankan tugas sesuai fungsi.

Terlepas itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batola, Eben Neser Silalahi, selaku pihak fasilitator mengapresiasi niat baik Pemdes Kolam Kanan, PT ABS dan KUD Jaya Utama untuk meningkatkan kinerja BUMDes.

Sekalipun demikian, Ketua Gapoktan Tani Mulyo, At Sumar saat ditemui, Jumat ( 14/01/22) siang, mengaku petani tetap merasa kecewa dan sangat menyayangkan adanya perjanjian kerjasama oleh Kades Kolam Kanan tersebut.

“Selama ini kami percayakan kades sebagai komando kami dan mengambil keputusan menjalin kerjasama. Namun mengapa kades mengatasnamakan petani tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan kami,” ungkapnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait