Bandung, kalselpos.com– Angklung menjadi salah satu alat musik tradisional khas Jawa Barat khusunya Bandung. Untuk mengenalkan alat musik tradisional tersebut banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya melalui pariwisata seperti yang dilakukan Saung Angklung Udjo yang bermarkas di Jalan Padasuka nomor 118 Kota Bandung.
Selaras dan sejalan, gaung pun bersambut, support dan dorongan dari pemerintah setempat (Pemkot Bandung/Pemprov Jabar) tak pernah surut untuk menjaga seni musik tradisional tanah Pasundan itu tetap terjaga dan lestari di tengah zaman yang terus berubah.
Masyarakat Suku Sunda juga tak pernah surut untuk terus berusaha menjaga alat musik dari bambu tersebut terus mengalun di tengah gempuran musik modern.

“Angklung mulai kalah pamor dengan musik-musik modern yang lebih banyak menarik perhatian, terutama kaum muda. Banyak upaya yang dilakukan untuk melestarikan musik tradisional ini. Salah satunya dengan menjadikan pertunjukan angklung sebagai bagian dari daya tarik wisata di Kota Bandung,” ujar Ahadian Hadi Kusumah, PR Saung Angklung Udjo kepada kalselpos.com usai menerima kunjungan peserta Media Gathering Bank Kalsel, Kamis (16/12/2021) petang.
Dia menjelaskan, Saung Angklung Udjo merupakan sebuah tempat wisata budaya yang menjadikan angklung sebagai objeknya. Di tempat ini, para pengunjung akan disajikan berbagai fasilitas hiburan yang berhubungan dengan alat musik tradisional angklung.
Tempat wisata yang satu ini memberikan edukasi lengkap terkait musik tradisional angklung dan beberapa kebudayaan sunda lainnya. Edukasi budaya melalui pariwisata dirasa efektif karena penyampaiannya dilakukan dengan ringan namun tetap berisi. Orang yang belajar di tempat wisata edukasi juga lebih merasa nyaman dibandingkan belajar di kelas-kelas khusus.
Ahadian memaparkan, Saung Angklung Udjo berdiri sejak 1966 dan terus konsisten bertransformasi menjadi pusat pelestarian musik tradisional angklung. Saung didirikan oleh seniman angklung bernama Mang Udjo dan istrinya Uum Sumiati.
“Kecintaan mereka terhadap budaya sunda menjadi awal mula lahirnya saung ini,” jelas
“Pentas seni musik angklung dikemas dengan gaya modern dan menyesuaikan selera penikmatnya. Jika dahulu angklung hanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu sunda, saat ini angklung dimainkan secara orkestra, mengiringi berbagai jenis lagu termasuk lagu hits kekinian,” bebernya.
Dia bercerita, dimasa pandemi Covid-19, saung angklung Udjo juga terdampak. Pengunjung yang datang biasanya 2000 orang sehari, di masa pandemi hanya hitungan jari.
“Saat PPKM diberlakukan, saung tutup dan dampaknya sangat kami rasakan. Kami juga terpaksa merumahkan pekerja,” ujarnya.
Seiring makin melandainya kasus positif Covid – 19 di Jawa Barat, saung pun kembali dibuka dengan jumlah pengunjung yang dibatasi.
“Kalsel bisa meniru apa yang kami lakukan. Tinggal menentukan musik tradisional apa saja yang mau ditampilkan tentu dengan konsep yang berbeda,” ujarnya.
Dalam kegiatan Media Gathering Bank Kalsel 2021, Management Bank Kalsel memilih Bandung Jawa Barat sebagai tempat kegiatan. Di tahun 2020, media gathering tidak bisa dilaksanakan karena pada saat itu, pandemi sedang parah-parahnya menyerang negeri.
Sebanyak 33 jurnalis dan pimpinan media ikut pada kegiatan ini. Selain untuk menjalin tali silaturahmi dan merajut kebersamaan, kegiatan juga untuk refreshing karena para jurnalis selalu sibuk dalam mencari dan mengolah berita.
Di Saung Angklung Udjo, para jurnalis dan pimpinan media selain menikmati alunan musik angklung, juga diajari bagaimana memainkan alat musik yang telah resmi diakui UNESCO pada 2010 sebagai warisan budaya tak benda tersebut.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





