Banjarmasin, kalselpos.com – Meski pihak Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin mengaku sudah membentuk tim investigasi kasus Catcalling atau pelecehan seksual non fisik yang dialami seorang mahasiswinya, berinisial MRA (21), namun hingga kini belum menghasilkan apa – apa alias ‘jalan di tempat’.

Catcalling atau pelecehan seksual non fisik.(kalselpos.com)
Padahal, tim investigasi kasus Catcalling di Uniska tersebut, dibentuk dengan dimotori pihak rektorat, terdiri dari Rektor, Prof Abdul Malik, Wakil Rektor 3, Idzani Muttaqin, Wakil Rektor 1, Dr Mohammad Zainul serta Ketua Tim Etik, Adwin Tista.
Sejauh ini pihak Uniska menyatakan, sudah menginvestigasi satu orang yang terduga pelaku, dengan mencocokkan nomor telepon dan foto. Tapi yang bersangkutan sampai saat ini tidak merasa melakukan tindakan tersebut.
“Kita sudah investigasi orang yang diduga, tetapi yang bersangkutan tidak melakukan Catcalling atau pelecehan seksual non fisik terhadap MRA,” ujar Adwin Tista, Ketua Tim Etik Uniska, Senin (04/10/21) siang, saat jumpa pers dengan awak media.
Sementara, Rektor Uniska Banjarmasin, Abdul Malik, menyatakan jika saat ini pihaknya sedang dalam proses proses investigasi terkait kasus Catcalling tersebut.
“Jadi saat ini semua staf yang terlibat dalam bidang tersebut, sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai 10 ribu. Yang mana bila terbukti melakukan kesalahan, mereka siap menerima sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku di Uniska,” tandasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





